Kompas.com - 01/11/2016, 07:33 WIB
Pasukan Irak membagikan buah-buahan kepada anak-anak di desa al-Khuwayn, sebelah selatan kota Mosul, setelah berhasil merebut desa tersebut dari ISIS, 23 Oktober 2016. Pada 17 Oktober lalu, PM Haider al-Abadi mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran untuk merebut Mosul, kota terbesar Irak sekaligus basis terakhir ISIS di negeri itu. AFP PHOTO / AHMAD AL-RUBAYEPasukan Irak membagikan buah-buahan kepada anak-anak di desa al-Khuwayn, sebelah selatan kota Mosul, setelah berhasil merebut desa tersebut dari ISIS, 23 Oktober 2016. Pada 17 Oktober lalu, PM Haider al-Abadi mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran untuk merebut Mosul, kota terbesar Irak sekaligus basis terakhir ISIS di negeri itu.
EditorPascal S Bin Saju

MOSUL, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Irak, Senin (31/10/2016), bergerak makin dekat ke ujung kota Mosul, Irak utara, dalam desakan paling akhir guna mengusir milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Kota Mosul adalah benteng pertahanan terakhir ISIS di wilayah Irak, setelah puluhan kota dan desa di sekitarnya telah diambil alih kembali oleh pasukan Baghdad yang didukung serangan udara koalisi Amerika Serikat.

Setelah beberapa jam pertempuran sengit, tentara merebut kembali Desa Bazwaya, Tubriq, dan Tahrawa.

Pasukan Irak kini berada cuma tiga kilometer dari pinggiran Mosul, kata satu sumber dari Komando Operasi Gabungan Irak.

Pada Senin pagi, satu pernyataan militer mengatakan prajurit militer Irak dan pasukan kontra-terorisme memulai operasi pada pukul 06.30 waktu setempat (10.30 WIB).

Mereka bergerak maju dari tiga jalur ke arah pinggir timur Sungai Tigris, yang membelah kota Mosul.

Militer Irak telah melancarkan tembakan mortir dan artileri ke posisi IS di daerah industri di luar Mosul.

Sementara pesawat militer Irak dan sekutu menggempur posisi ISIS di dalam dan luar kota besar di Irak utara itu.

Selama dua pekan ini, pasukan keamanan Irak telah bergerak mendekati pinggiran timur Mosul.

Mereka membuat kemajuan di jalur lain di sekitar kota, dalam persiapan bagi perang besar untuk menyerbu kota itu dan mengusir ISIS.

Pada 17 Oktober, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi mengumumkan dimulainya serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di Irak.

Mosul, sekitar 400 kilometer di sebelah utara Baghdad, ibu kota Irak, telah berada dalam kekuasaan ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan Irak meninggalkan senjata mereka dan melarikan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.