Kompas.com - 27/10/2016, 18:18 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

DAMASKUS, KOMPAS.com - Setidaknya tiga bocah tewas dan 14 lainnya terluka saat sebuah roket yang diluncurkan kelompok pemberontak Suriah menghantam sebuah sekolah, di Aleppo.

Sekolah tersebut berdiri di wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah, di sebelah barat Aleppo. Demikian diberitakan media di Suriah, Kamis (27/10/2016).

"Tiga anak tewas dan 14 pelajar lainnya terluka saat roket teroris menghantam sekolah nasional di permukiman Shahba di Aleppo," demikian disebutkan dalam pemberitaan kantor berita SANA.

Sementara itu, sebuah lembaga pemantau menyebutkan, seorang anak juga tewas di antara delapan orang yang menjadi korban menjadi korban tewas saat serangan pasukan pemerintah.

Serangan dilakukan ke lokasi pendudukan pemberontak di Kota Douma, di luar Damaskus.

Selama ini, kelompok pemberontak kerap melepaskan roket rakitan ke kawasan barat kota, dan menyebabkan terbunuhnya warga sipil. 

Di sisi lain, pasukan rezim yang didukung Rusia selama beberapa waktu sejak akhir September meningkatkan serangan darat dan udara ke wilayah timur Aleppo. Ratusan warga tewas dan sejumlah infrastruktur, termasuk rumah sakit pun hancur.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.