Presiden Duterte Usir Pasukan AS di Wilayah Selatan Filipina

Kompas.com - 13/09/2016, 05:57 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. TED ALJIBE / AFPPresiden Filipina Rodrigo Duterte.
EditorErvan Hardoko

DAVAO, KOMPAS.com - Hubungan AS dan Filipina kembali memanas setelah Presiden Rodrigo Duterte, Senin (12/9/2016), memerintahkan semua anggota pasukan khusus AS keluar dari Filipina Selatan.

Selama ini, pasukan khusus AS berada di kawasan konflik itu untuk melatih pasukan Filipina tetapi dilarang untuk terlibat dalam baku tembak kecuali untuk membela diri.

Pengusiran pasukan AS ini terjadi sepekan setelah Duterte melontarkan hinaan kepada Presiden AS Barack Obama yang memicu batalnya pertemuan mereka di Laos.

Duterte sendiri tidak merinci soal waktu dan jumlah personel militer AS yang harus meninggalkan negeri itu.

Dia hanya mengatakan, eratnya hubungan persekutuan Filipina dengan negara-negara Barat merupakan akar dari langgenggnya pemberontakan umat Muslim negeri itu.

"Pasukan khusus AS ini, mereka harus pergi dari Mindanao," ujar Duterte dalam pidatonya di hadapan para pegawai negeri Filipina.

AS adalah sekutu militer utama dan bekas penjajah Filipina hingga negeri itu merdeka pada 1946.

Dalam pidato itu juga, Duterte memperlihatkan sederet foto bersejarah yang memperlihatkan pasukan AS membunuh warga Muslim selama masa penjajahan pada awal 1900-an.

Sedangkan, juru bicara kepresidenan Ernesto Abella menjelaskan, pernyataan Duterte merefleksikan kebijakan baru menuju independensi kebijakan luar negeri.

Sementara itu, Pentagon mengatakan, pihaknya sudah mengetahui pernyataan Duterte itu tetapi belum mendapatkan kabar resmi dari pemerintah Filipina.

"Kami terus menjalin kontak dengan  Filipina untuk secara tepat memberikan bantuan sesuai apapun yang diinginkan pemerintahan baru," ujar juru bicara Pentagon, Gary Ross.

Sebelumnya sebanyak 500-600 personel militer AS berada di wilayah Mindanao, tetapi pada 2014 menteri pertahanan Filipina saat itu Voltaire Guzman memangkasnya menjadi hanya 200 personel.

Bulan lalu, Duterte memulai kembali pembicaraan damai dengan kelompok-kelompok separatis terbesar yaitu Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang memiliki kekuatan 12.000 orang.

Seperti halnya kelompok separatis Islam lainnya, MILF sudah mengangkat senjata melawan pemerintah Filipina sejak 1970-an.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X