Pembebasan Bersyarat Pembunuh John Lennon Kembali Ditolak

Kompas.com - 30/08/2016, 15:04 WIB
Senjata yang digunakan Mark David Chapman to untuk membunuh John Lennon dipamerkan di sebelah foto mereka di museum kecil milik divisi investigasi forensik Kepolisian New York. via VOA INDONESIASenjata yang digunakan Mark David Chapman to untuk membunuh John Lennon dipamerkan di sebelah foto mereka di museum kecil milik divisi investigasi forensik Kepolisian New York.
EditorGlori K. Wadrianto

NEW YORK, KOMPAS.com - Pembebasan bersyarat Mark David Chapman, pembunuh musisi legendaris dari kelompok the Beatles, John Lennon ditolak untuk ke sembilan kalinya.

Dewan Pembebasan Bersyarat negara bagian New York,  Senin (29/8/2016), mengumumkan bahwa lelaki yang kini berusia 61 tahun itu, akan tetap dipenjara sekurangnya dua tahun lagi.

Ia berhak untuk meminta pembebasan bersyarat lagi pada tahun 2018.

Chapman menembak mati Lennon di luar apartemennya di Manhattan tahun 1980.

Ia lalu dijatuhi hukuman tahun 1981 setelah mengaku bersalah melakukan pembunuhan tingkat ke dua.

Chapman mengatakan kepada Dewan Pembebasan Bersyarat itu, ia sekarang menerima bahwa kejahatannya “direncanakan, mementingkan diri sendiri dan jahat”.

Dewan itu mengatakan pembebasannya “tidak sesuai dengan kesejahteraan masyarakat” dan akan “meremehkan penghormatan pada hukum.”

Dalam sidang pembebasan bersyaratnya tahun 2014, Chapman mengatakan kepada dewan itu bahwa ia masih mendapat surat-surat mengenai kepedihan yang disebabkan oleh tindak kejahatannya.

“Saya minta maaf karena menyebabkan kepedihan seperti itu,” katanya.

“Saya menyesal bertindak sangat bodoh dan memilih cara salah untuk mendapat ketenaran."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X