Upaya Pengendalian Kepemilikan Senjata Api, Gagal di Senat AS

Kompas.com - 21/06/2016, 08:36 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Senat Amerika Serikat, Senin (20/6/2016), menggagalkan usulan pengetatan pengendalian kepemilikan senjata termasuk untuk memeriksa latar belakang seseorang yang hendak membeli senjata api.

Kegagalan ini merupakan pukulan keras dalam upaya mengurangi peredaran senjata api di AS pasca-tragedi penembakan di kelab malam Pulse, Orlando belum lama ini.

Empat amandemen undang-undang, dua dari Demokrat dan dua lainnya dari Republik, gagal meraih minimal 60 suara di Senat.

Rencana legislasi ini dipercepat pekan lalu saat Senator Chris Murphy melakukan pidato di Senat selama 15 jam menekankan dasar pemikirian terkait pengendalian senjata api pasca-penembakan Orlando yang menewaskan 49 orang.

Amandemen yang diusulkan Murphy menekankan perlunya pemeriksaan latar belakang seseorang yang akan membeli senjata api, gagal mengatasi rintangan prosedural.

Amandemen ini, hanya didukung 44 suara sementara 56 suara lainnya menentang.

Amandemen lain yang diajukan Partai Republik terkait penambahan anggaran untuk membenahi sistem pengecekan latar belakang juga gagal.

Kegagalan juga menimpa usulan terkait perintah pengadilan untuk menunda penjualan senjata api selama 72 jam kepada orang yang masuk daftar pengawasan teroris.

Amandemen keempat yang gagal adalah usulan Dianne Feinstein, senator dari Partai Demokrat. Dia mengusulkan agar orang-orang yang masuk daftar pengawasan dilarang sepenuhnya membeli senjata api.

Senator Bernie Sanders, yang sedang bertarung melawan Hillary Clinton untuk menjadi calon presiden, menbtakan, langkah-langkah yang diambil Partai Demokrat dalam masalah ini kurang tepat.

"Ini kurang bisa saya pahami dan saya yakin sebagian besar warga AS juga tidak paham, itulah sebabnya Partai Republik menentang," ujar Sanders.

"Kita harus lakukan apapun yang kita bisa untuk menghentikan senjata api dimiliki orang-orang yang tak seharusnya memiliki senjata," tambah dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP. F!
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.