Kompas.com - 28/01/2016, 15:51 WIB
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com — Sevdet Besim, tersangka teroris di kota Melbourne, Australia, dituduh merencanakan serangan kepada polisi dengan cara memasang bahan peledak pada kanguru yang badannya ditulisi simbol ISIS.

Demikian terungkap dalam dakwaan yang disampaikan di pengadilan, Kamis (28/1/2016).

Besim (19) tetap menyatakan tidak bersalah terhadap empat dakwaan yang diajukan penuntut, yang semuanya terkait dengan perencanaan serangan teror pada peringatan Hari Anzac di Melbourne tahun lalu.

Penuntut membatalkan satu dakwaan lainnya terkait konspirasi melakukan serangan.

Besim dituduh menjalin komunikasi dengan seorang remaja di luar negeri serta merencanakan untuk memenggal atau menyerang petugas polisi pada Hari Anzac sehingga serangan itu akan lebih mudah dikenang.

Rangkuman isi pembicaraan antara kedua remaja ini mendiskusikan kemungkinan menggunakan kanguru sebagai sarana untuk melakukan serangan.

"Komunikasinya terjadi pada Kamis 20 maret 2015 dan Besim mengirim gambar yang disertai komentar 'lihat ini ha-ha-ha'," demikian isi dakwaan itu.

"Percakapan mereka berlanjut dan Besim kemudian menyarankan untuk menggunakan kanguru yang dipasangi bahan peledak C4," ujarnya.

Disebutkan bahwa Besim kemudian menimpali lagi, "Yang penting saya bisa mengirim anjing-anjing itu ke neraka."

Dia tetap berada dalam tahanan untuk menunggu persidangan berikutnya pada 3 Februari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.