Kompas.com - 03/01/2016, 22:32 WIB
Ali Khamenei. APAli Khamenei.
EditorTri Wahono

Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam tindakan Arab Saudi mengeksekusi mati seorang ulama Syiah.

Dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Pemerintah Iran, Ali Khamenei mengatakan eksekusi terhadap Sheikh Nimr al-Nimr tidak dapat dibenarkan.

Menurutnya, ulama tersebut tidak menghasut orang-orang untuk bergabung dengan gerakan bersenjata dan komplotan rahasia.

"Yang hanya dia lakukan adalah menyuarakan kritik terbuka berdasarkan semangat agama," kata Khamenei.

Karena itu, Khamenei mengecam kebijakan eksekusi yang diterapkan pemerintah Saudi terhadap Nimr al-Nimr.

"Darah martir yang ditumpahkan dengan tidak adil ini tak diragukan lagi akan terlihat dampaknya, dan pembalasan Ilahi akan jatuh kepada politisi Saudi," kata Khamenei.

Pada kesempatan itu, Khomeini juga mempertanyakan para pendukung kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mengapa mereka yang mengklaim mendukung hak asasi manusia diam saja? Mengapa mereka yang mengklaim menyokong kebebasan dan demokrasi mendukung pemerintah (Saudi) ini," ujar Khamenei yang dilaporkan Reuters.

Pernyataan kecaman sebelumnya diutarakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari. Bahkan, Ansari menyiratkan akan adanya pembalasan.

"Pemerintah Saudi mendukung gerakan terorisme dan ekstremis, namun menghadapi kritik di dalam negeri dengan penekanan dan eksekusi. Negara itu akan membayar harga yang mahal karena menerapkan kebijakan-kebijakan ini," kata Ansari.

Menanggapi kecaman tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Mansur al-Turki, menyebut reaksi Iran tidak bertanggung jawab. Pemerintah Saudi juga memanggil perwakilan diplomatik Iran karena mencampuri urusan dalam negeri Arab Saudi.

Lebih lanjut, Kemenlu Arab Saudi mengatakan bahwa dengan mengecam eksekusi terhadap Sheikh Nimr al-Nimr, Iran telah membuka wajah aslinya yang mendukung terorisme.

Pada Minggu dini hari waktu setempat, kerumuman orang berkumpul di depan Kedutaan Saudi dan meneriakkan slogan-slogan anti-Saudi sehubungan dengan eksekusi terhadap ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr.

Menurut pejabat tinggi Kepolisian Iran, Jenderal Hossein Sajedinia, beberapa orang di antara kerumunan tersebut kemudian melemparkan batu dan bom molotov ke kedutaan sehingga membakar bagian dalam gedung.

Di Teheran, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA, jaksa Abbas Jafari Dowlatabadi mengatakan sebanyak 40 orang telah ditangkap atas dugaan keterlibatan penyerangan terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi. Menurutnya, para penyelidik tengah memburu tersangka lain.

Sheikh Nimr al-Nimr termasuk salah satu dari 46 orang yang dihukum mati karena dituduh terlibat kejahatan terorisme.

Pria berusia 50-an tahun itu adalah pendukung vokal protes anti-pemerintah yang meletus secara massal di Provinsi timur Arab Saudi pada tahun 2011.

Selain Al-Nimr, individu yang dieksekusi ialah Adel al-Dhubaiti, pria yang terlibat dalam insiden penembakan pada 2004 yang menewaskan juru kamera BBC, Simon Cumbers.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.