Kompas.com - 26/10/2015, 18:48 WIB
Empat perempuan di Papua Nugini diikat, ditelanjang, disiksa dan dibakar massa karena dituduh sebagai penyihir. screenshot YouTubeEmpat perempuan di Papua Nugini diikat, ditelanjang, disiksa dan dibakar massa karena dituduh sebagai penyihir.
EditorFarid Assifa
PAPUA NIUGINI, KOMPAS.com — Empat perempuan di Papua Niugini diikat, ditelanjangi, disiksa, lalu dibakar. Mereka diperlakukan tak manusiawi karena dituduh sebagai penyihir dan menyantet seorang pria hingga sakit di sebuah desa di Provinsi Enga pada Agustus lalu.

Aksi penghakiman massal itu direkam video oleh seseorang lalu diunduh ke internet. Dalam keterangannya disebutkan bahwa para perempuan itu "secara gaib" mengambil jantung seorang pria lalu mengembalikan ke tempat semula setelah mereka disiksa. Hal itu dianggap sebagai bukti bahwa para perempuan itu sebagai penyihir.

Namun, keempat perempuan itu membantah tuduhan massa. Salah satu korban memohon agar warga menghentikan penyiksaan itu. "Anakku, hentikan!" kata perempuan yang terbaring di tanah itu.

"Bicaralah, di mana kamu menyimpannya (jantung seorang pria)," jawab salah satu warga. "Bakar saja dia," teriak warga lainnya.

"Saya tidak berbuat apa-apa dengan itu. Saya adalah ibu dengan empat anak," kata korban lainnya.

Namun, permohonan para perempuan malang itu tak didengar. Bahkan, salah seorang warga menyuruh rekannya untuk tak hanya menyiksa, tetapi juga membakar keempat perempuan itu.

Dalam penyiksaan itu, salah satu perempuan tewas dan lainnya mengalami luka parah. Mereka yang terluka karena diselamatkan oleh warga lain yang peduli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi itu direkam video dan diunggah ke media sosial oleh seorang siswa. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa massa terbukti melakukan penyiksaan. Siswa tersebut mengaku bahwa foto itu diambil oleh saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Video yang sama juga diunggah oleh misionaris Fr Philip Gibb yang menyerukan Pemerintah Papua Niugini mengambil tindakan untuk menghentikan penyiksaan terhadap perempuan yang tak bersalah.

"Orang-orang telah melakukan kejahatan yang mengerikan, tetapi dalam beberapa hal mereka juga korban sistem yang melahirkan kecurigaan dan kekerasan," tulis Gibb.

Menurut Gibb, Pemerintah Papua Niugini telah mengesahkan undang-undang menentang kekerasan terhadap terduga penyihir. Kini, aturan tersebut harus segera diimplementasikan secara efektif oleh setiap elemen, mulai dari polisi, pengadilan, sekolah, LSM, pemimpin komunitas, hingga gereja.

Penyiksaan tersebut bukan kali ini saja terjadi di Papua Niugini. Pada Mei lalu, seorang perempuan bernama Mifila diduga dibacok hingga tewas hanya beberapa bulan setelah diselamatkan dari "hukuman mati" di sebuah desa di negeri yang berbatasan dengan Provinsi Papua Barat, Indonesia, itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.