Kompas.com - 22/10/2015, 10:57 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Coba tanya analis dari Israel dan Palestina tentang apa yang menyulut gelombang kekerasan terbaru di kawasan itu, jawabannya pasti berbeda.

"Ini dipicu oleh pembakaran rumah keluarga Dawabsheh akhir Juli lalu di kota Duma di Tepi Barat," kata pengacara HAM Palestina Diana Buttu. "Insiden itu menewaskan seorang bayi berusia 18 bulan dan orangtuanya."

Namun, seorang analis politik Israel Jeremy Man Saltan, yang juga "orang dalam" di parlemen Israel, menyebut insiden lain sebagai pemicunya.

"Pemicunya adalah pembunuhan pasangan Israel Eitam dan Naama Henkin tanggal 1 Oktober lalu yang ditembak ketika berkendara dengan empat anak mereka," kata Saltan.

"Tetapi juga ada ketegangan lain, karena orang Yahudi merasa tidak ada kebebasan beribadah di sebuah lokasi yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Muslim dan tempat paling suci bagi umat Yahudi."

Saltan mengacu pada sebuah kompleks di Yerusalem timur yang disebut sebagai Temple Mount oleh umat Yahudi dan Masjid Al-Aqsa oleh umat Muslim.  Berdasarkan perjanjian, Israel mengelola tempat itu tetapi hanya umat Muslim yang boleh bersembahyang di sana.

Frustrasi kaum muda atau serangan terorganisir?

Dalam beberapa tahun ini, jumlah pengunjung Yahudi ke tempat suci itu terus meningkat. Kalangan Yahudi garis keras terus menuntut akses yang sama untuk beribadah di sana.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak berniat mengubah perjanjian pengelolaan saat ini. Ragu akan komitmen Netanyahu, banyak orang muda Palestina berulangkali membentuk barikade di dalam masjid serta melempar batu dan bom Molotov ke arah polisi yang lalu membalas dengan gas air mata dan peluru karet.

Para analis Israel dan Palestina tidak terkejut dengan lonjakan aksi kekerasan ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.