Kompas.com - 13/10/2015, 12:36 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

SINGAPURA, KOMPAS.com — Buruh migran Indonesia yang berada di Singapura menggalang dana untuk ikut membantu warga yang masih terselubung kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

Melalui organisasinya yang bernama Indonesian Family Network (IFN), buruh migran yang merasa prihatin dan peduli akan kondisi warga di daerah yang terselimut kabut asap meluncurkan gerakan bernama IFN Singapura Peduli Sejuta Masker untuk Sumatera. Dalam sebuah pernyataannya, IFN mengatakan, dana hasil penggalangan disalurkan ke dua provinsi yang terkena dampak serius kabut asap tahunan ini, yaitu Riau dan Jambi.

Hanya dalam kurun waktu seminggu, yaitu dari 14 sampai 20 September 2015, IFN berhasil mengumpulkan dana 390 dollar Singapura (atau sekitar Rp 3,9 juta). Dana itu telah dikirim ke sejumlah sekolah di Jambi, seperti SDN 47 Jambi dan SMU 2 Jambi.

Sampai akhir pekan lalu, masih ada sejumlah dana yang belum terpakai dan rencananya akan terus disalurkan.

Kaum buruh migran Indonesia di Singapura berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan hutan di Sumatera dan Kalimantan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.