Kompas.com - 01/09/2015, 14:11 WIB
EditorFarid Assifa
BAGHDAD, KOMPAS.com — Kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS kembali mengunggah sebuah video pembunuhan keji ke internet. Video itu menayangkan empat orang pejuang Syiah dibakar hidup-hidup dengan cara dipanggang.

Dikutip AFP, tangan dan kaki para korban—diidentifikasi sebagai pejuang pro-pemerintah Popular Mobilisation dari Irak bagian selatan—diikat memakai rantai, lalu digantung di sebuah tiang mirip jemuran. Setelah itu mereka dibakar hidup-hidup.

Dalam video itu, seorang militan ISIS menyatakan bahwa eksekusi mati 4 pejuang Syiah dengan cara dibakar sebagai aksi balas dendam. Sebanyak 4 anggota ISIS pernah dibakar hidup-hidup oleh tentara pro-pemerintah Irak.

"Sekarang balas dendam telah tiba. Sebab, hari ini kami akan menyerang mereka sebagaimana mereka menyerang kami, dan menghukum mereka sebagaimana mereka menghukum kami," ucap militan ISIS yang bertopeng dalam video tersebut.

Namun, video tersebut tidak mencantumkan tanggal dan tempat eksekusi mati itu dilakukan. Namun, dilihat dari tag-nya, video itu dibuat oleh unit media ISIS yang bertanggung jawab untuk Provinsi Anbar di Irak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.