Dua Bulan Mogok Makan, Seorang Tahanan Palestina Koma - Kompas.com

Dua Bulan Mogok Makan, Seorang Tahanan Palestina Koma

Kompas.com - 14/08/2015, 22:34 WIB
Reuters Warga Palestina di Jalur Gaza melakukan unjuk rasa menuntut pembebasan tahanan dari penjara Israel

RAMALLAH, KOMPAS.com - Mohammed Allan (31), salah seorang warga Palestina yang ditahan Israel berada dalam kondisi koma setelah dua bulan melakukan mogok makan. Demikian disampaikan kuasa hukum pria itu, Jumat (14/8/2015).

"Saya dikabari kemarin (Kamis) malam oleh sebuah rumah sakit Israel bahwa dia (Allan) dalam kondisi koma," ujar Jamil al-Khatib, pengacara Mohammed Allan.

Sementara itu, seorang juru bicara RS Barzilai di kota Ashkelon, wilayah selatan Israel mengatakan, kondisi Allan memburuk. Saat ini, rumah sakit memberinya cairan dan garam lewat infus dan memasang alat bantu pernapasan.


"Kondisinya stabil. Perawatan untuk pasien sudah sesuai dengan instruksi dari komite etik," ujar juru bicara rumah sakit.

Mohammed Allan, yang dituduh sebagai aktivis Jihad Islam, ditahan tanpa dikenai dakwaan sejak November tahun lalu. Menurut Klub Tahanan Palestina, Allan melakukan aksi mogok makan sejak 18 Juni

Kerabat Allan mengatakan, aksi mogok makan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas penahanan tanpa tuduhan yang oleh Israel disebut sebagai "penahanan administratif".

Menurut data pemerintah Israel terdapat hampir 5.700 warga Palestina yang kini ditahan, sebanyak 379 orang di antaranya menjalani "penahanan administratif".

Sementara itu di kota Nablus, Tepi Barat, tak jauh dari kampung halaman Allan, pada Jumat,  sebanyak 1.000 orang warga melakukan aksi unjuk rasa. "Putra saya dalam kondisi koma. Dia adalah putra saya, namun dia juga adalah putra seluruh warga Palestina," ujar Nasser Edine, ayah Allan.

Kelompok Jihad Islam yang mengakui Allan sebagai anggotanya, menyerukan mobilisasi umum dan menyatakan bahwa jika Allan meninggal dunia maka gencatan senjata dengan Israel juga berakhir.


EditorErvan Hardoko
SumberAFP

Terkini Lainnya

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan

Close Ads X