Pantai Gading Larang Penggunaan Krim Pemutih Kulit

Kompas.com - 07/05/2015, 23:02 WIB
Krim pemutih kulit sangat populer di kalangan para pria dan wanita di Pantai Gading. BBCKrim pemutih kulit sangat populer di kalangan para pria dan wanita di Pantai Gading.
EditorErvan Hardoko

ABIDJAN, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Pantai Gading, Kamis (7/5/2015), melarang penggunaan krim pemutih kulit karena alasan kesehatan. Kementerian kesehatan menyebutkan semua krim pemutih yang mengandung merkuri, cortisone, vitamin A atau hydroquinone dengan kadar lebih dari 2 persen dilarang dijual.

Krim yang membuat kulit lebih terang tersebut sangat populer tak hanya di kalangan para perempuan muda Afrika namun juga di kalangan para pria. Mereka  percaya bahwa krim pemutih itu bisa membuat mereka tampil lebih cantik atau tampan.

Namun para pakar kesehatan mengatakan krim tersebut bisa menyebabkan kanker dan penyakit-penyakit lain.

"Jumlah orang yang terkena efek samping dari krim pemutih sangat besar," ujar Christian Doudouko, anggota otoritas farmasi Pantai Gading kepada kantor berita AFP.

Ahli penyakit kulit di Abidjan, Elidje Ekra, mengatakan krim tersebut juga bisa menyebabkan darah tinggi dan diabetes.

"Di budaya Afrika berkembang anggapan bahwa mereka yang punya kulit terang dinilai lebih cantik atau tampan ... anggapan ini yang membuat banyak anak-anak muda ingin punya kulit lebih terang dengan menggunakan krim pemutih," kata Ekra.

Krim pemutih kulit banyak dipakai di beberapa negara Afrika, terutama di Nigeria. Pemerintah Afrika Selatan sudah memberlakukan hukum yang sangat ketat terkait pemakaian krim pemutih dan melarang hydroquinone, salah satu bahan dalam krim tersebut, tapi lebih dari sepertiga perempuan di negara ini masih menggunakannya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X