Kompas.com - 30/04/2015, 08:49 WIB
EditorErvan Hardoko
KOMPAS.com - Hari ini 40 tahun lalu, kota Saigon, yang kini dikenal dengan nama Ho Chi Minh City, jatuh ke tangan Tentara Rakyat Vietnam (NVA) atau yang disebut pasukan AS sebagai Vietcong.

Kejatuhan Saigon, yang saat itu adalah ibu kota Vietnam Selatan, menandai akhir perang Vietnam yang brutal sekaligus memulai periode transisi reunifikasi Vietnam menjadi satu negara.

Pasukan Vietnam Utara yang dimpimpin Jenderal Van Dien Dung memulai serangan terbesar ke Saigon pada 29 April 1975. Kota Saigon yang dipertahankan Jenderal Nguyen Van Toan dan pasukannya dihujani tembakan artileri berat.

Tembakan artileri berat itu diarahkan ke berbagai sarana vital di Saigon, termasuk bandara Tan Son Nhut, yang menewaskan puluhan orang termasuk dua tentara AS.

Hujan tembakan artileri berat itu ternyata sangat efektif karena terbukti pada 30 April 1975 siang, pasukan Vietnam Utara sudah menduduki posisi-posisi penting di Saigon dan bahkan sudah mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan.

Tak lama setelah itu pemerintahan Vietnam Selatan dibubarkan dan nama kota Saigon diganti menjadi Ho Chi Minh City, sesuai dengan nama Presiden Republik Demokratik Vietnam.

Jatuhnya Saigon menandai evakuasi besar-besaran seluruh warga AS, baik militer maupun sipil, di kota tersebut. Tak hanya itu, puluhan ribu warga Vietnam Selatan yang terkait dengan rezim pemerintahan lama juga berkeinginan kabur dari kota itu.

Evakuasi warga ini kemudian memicu digelarnya operasi Frequent Wind, yaitu operasi evakuasi dengan menggunakan helikopter dalam jumlah terbesar dalam sejarah.

Perang Vietnam berlangsung selama 10 tahun dan sangat brutal. Perang ini mengakibatkan tewasnya 58.220 tentara AS dan lebih dari satu juta warga Vietnam.

Selain menjadi kekalahan pertama AS dalam sebuah konflik bersenjata, perang Vietnam juga menjadi perang pertama di mana jurnalis foto nyaris tak mendapat batasan untuk meliput ke garis depan.

Alhasil, banyak fotografer yang sukses mengabadikan berbagai sudut perang brutal ini sekaligus menyajikan gambaran perang yang mengejutkan dunia.

Kini tanggal 30 April menjadi hari libur nasional di Vietnam yang dikenal sebagai Hari Reunifikasi. Sementara bagi warga Vietnam yang meninggalkan negerinya usai perang, memperingati hari jatuhnya Saigon sebagai April Hitam (Black April).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.