Kompas.com - 22/04/2015, 16:20 WIB
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, harus segera diambil langkah untuk mencegah terorisme dan ekstremisme di Asia dan Afrika karena akan membawa situasi tak aman di seluruh dunia.

Dalam pidato yang disampaikan dalam Konferensi Asia Afrika Rabu (22/4/2015), Presiden Rouhani menyatakan, kelompok teroris dan ekstremis, terutama di Irak dan Suriah, mendapatkan dukungan dari sponsor internasional dan regional.

"Para ekstremis menikmati dukungan intelijen, logistik, dan finasial dari sejumlah pemain regional dan internasional untuk mencapai tujuan mereka yang tidak sah. Para sponsor mereka yang tak memedulikan krisis stabilitas yang berlanjut di wilayah akan membawa ketidakamanan di seluruh dunia, termasuk negara mereka," kata dia.

Dia meminta agar negara-negara di dunia mencegah penyebaran terorisme dan ekstremisme di sejumlah negara di Asia dan Afrika, terutama di Irak dan Suriah.

Rouhani mengatakan, para ekstremis, terutama di Irak dan Suriah, telah mempertontonkan metode barbar untuk membunuh perempuan, laki-laki, dan anak-anak yang tidak bersalah dan bertujuan untuk menghancurkan infrastuktur di kedua negara tersebut.

Iran menyatakan, ini saat yang tepat untuk meluncurkan Aksi Global Melawan Kekerasan dan Ekstremisme (GAVE), yang memiliki konsep fundamental untuk menghormati hak untuk hidup, kepercayaan, agama dan etnis, serta ras.

Rouhani mengatakan, aksi global ini juga harus dapat mencegah anak-anak muda untuk bergabung dengan kelompok ekstremis.

"Kita harus mengidentifikasi alasan anak-anak muda kita tertarik dengan kelompok teroris dan menghentikan rekrutmen mereka. Akar radikalisme dari budaya dan ekonomi serta keinginan untuk melakukan kekerasan harus dapat diidentifikasi," kata Rouhani.

Dalam pidato yang disampaikan dalam Konferensi Asia Afrika, Rouhani juga mengajak pemimpin negara untuk jujur dalam mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah ekonomi, mempromosikan keadilan sosial, dan mencegah penyebaran budaya kekerasan.

Sementara itu, Raja Abdullah dari Jordania mengatakan, kerja sama Selatan-Selatan dapat membantu masalah ekonomi dan menciptakan lingkungan yang damai bagi semua orang.

Iran disebut-sebut mendukung rezim Bashar al-Assad di Suriah, yang negaranya porak-poranda akibat perang dan sebagian wilayahnya kini dikuasai kelompok radikal brutal yang menamakan diri ISIS. Iran juga sering dituding terlibat mendukung milisi Hezbollah di Lebanon, serta pemberontak Houthi di Yaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.