Kompas.com - 24/03/2015, 18:46 WIB
Seorang anggota tim penjinak bom Inggris tengah memeriksa sebuah bom sisa Perang Dunia II seberat 445 kilogram yang ditemukan di kawasan Southwark, London. MirrorSeorang anggota tim penjinak bom Inggris tengah memeriksa sebuah bom sisa Perang Dunia II seberat 445 kilogram yang ditemukan di kawasan Southwark, London.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Penghuni sekitar 1.200 rumah di sebuah kawasan permukiman padat di London, Inggris, Selasa (24/3/2015), harus dievakuasi saat tim penjinak bom bekerja untuk mengamankan sebuah bom sisa Perang Dunia II seberat 445 kilogram.

Dewan pemerintah setempat harus menginapkan sedikitnya 80 orang di sejumlah hotel serta menyediakan makanan hangat dan minuman di sebuah pusat kebugaran dan perpustakaan yang digunakan untuk lokasi pengungsian.

Bom berukuran besar itu ditemukan para pekerja di sebuah lokasi pembangunan gedung di kawasan Southwark, di sisi selatan Sungai Thames, pada Senin (23/3/2015).

Setelah penemuan bom itu dilaporkan, kepolisian mendirikan batas dalam radius 100 meter dari lokasi bom itu. Area keamanan itu kemudian diperlebar hingga 400 meter.

Southwark adalah kawasan industri dan komersial yang paling menderita saat dihujani bom dalam kampanye serangan udara Jerman yang dikenal dengan nama "The Blitz" antara 1940-1941.

Kampanye serangan udara Jerman atas Inggris itu menewaskan setidaknya 20.000 warga sipil di London saja. Serangan udara itu dilakukan Jerman agar Inggris lumpuh dan menyerah. Akibat serangan udara besar-besaran itu, banyak sisa bom yang tak meledak kemudian ditemukan puluhan tahun setelah perang usai.

Antara 2009-2014, pasukan pemadam kebakaran London menemukan setidaknya tujuh bom sisa Perang Dunia II yang tidak meledak. Selain itu, ditemukan juga lima buah granat. Namun, evakuasi besar-besaran, seperti yang terjadi di Southwark ini, belum pernah terjadi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.