Reruntuhan Markas Rahasia Nazi Ditemukan di Belantara Argentina

Kompas.com - 23/03/2015, 16:39 WIB
Mantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944. www.haaretz.comMantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944.
EditorErvan Hardoko
BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Sekelompok arkeolog asal Argentina tengah melakukan penyelidikan terhadap reruntuhan bangunan yang terletak di tengah hutan dekat perbatasan Paraguay yang diduga adalah sebuah markas rahasia Nazi.

Di dalam kompleks bangunan batu itu, yang kini sudah tertutupi tumbuhan dan hanya bisa dicapai dengan cara membabat tumbuh-tumbuhan itu, ditemukan uang koin Jerman dari masa 1930-an, pecahan porselen dengan tulisan "Made in Germany" dan simbol-simbol Nazi di temboknya.

"Kami tak menemukan penjelasan lain terkait mengapa seseorang mendirikan bangunan yang membutuhkan usaha dan biaya besar ini, di lokasi yang sulit dicapai, jauh dari masyarakat setempat, dengan material bangunan yang berbeda dengan yang biasa digunakan di kawasan ini," kata Daniel Schavelzon, pemimpin tim arkeolog itu.

Schavelzon, arkeolog dari Universitas Buenos Aires, menghabiskan beberapa bulan terakhir di taman nasional provinsi Teyu Cuare, di wilayah Misiones, Argentina utara.


Legenda lokal menyebut terdapat sebuah rumah di tengah hutan milik Martin Bormann - tangan kanan pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Namun, Schavelzon mengatakan tak ada bukti yang bisa menunjang apa yang dia sebut sebagai "mitos urban" itu.

Kompleks bangunan itu, lanjut Schavelzon, kemungkinan besar disiapkan sebagai lokasi pelarian bagi para pemimpin Reich Ketiga jika mereka harus meninggalkan Jerman.

"Nampaknya, ketika Perang Dunia II sudah separuh jalan, Nazi memiliki proyek rahasia yaitu membangun lokasi-lokasi perlindungan bagi para pemimpin tertinggi jika Jerman kalah perang," ujar Schavelzon.

"Mereka membangun lokasi pengungsian itu di tempat-tempat yang sulit diakses seperti di tengah gurun pasir, pegunungan,  lembah atau di tengah hutan belantara seperti ini," tambah sang arkeolog kepada harian terbitan Argentina, Clarin.

Kebijakan Peron

Schavelzon melanjutkan timnya sejauh ini belum memberikan kesimpulan akhir terkait penemuan tersebut, namun dia sangat yakin bahwa kompleks reruntuhan itu adalah bangunan rahasia Nazi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X