Kompas.com - 18/03/2015, 15:29 WIB
Badai Pam menerjang Vanuatu di Samudera Pasifik, Sabtu (14/3/2015). AFPBadai Pam menerjang Vanuatu di Samudera Pasifik, Sabtu (14/3/2015).
EditorErvan Hardoko

PORT VILLA, KOMPAS.com — Sejumlah warga Indonesia yang menetap di Vanuatu dilaporkan dalam keadaan selamat setelah melewati amukan topan pam akhir pekan lalu.

Saat badai menerjang, salah satu keluarga, yaitu pasangan Ode Ali Maruf dan Inga Mepham, beserta kedua anak mereka, harus berlindung selama 18 jam di ruang bawah tanah sebuah hotel di ibu kota, Port Villa.

Badai angin topan itu mulai mendatangi ibu kota Vanuatu itu sekitar pukul 17.00, Jumat (13/3/2015).  Berbagai persiapan dilakukan warga, salah satunya dengan mengungsi ke hotel yang bangunannya lebih kokoh.

"Kami mengungsi ke hotel dan turun ke ruang bawah bersama 300-an orang lainnya," kata Inga Mepham kepada ABC.

Menurut Inga, ia mengenal sekitar tujuh warga Indonesia yang menetap di Vanuatu dan mereka semua selamat dari badai topan ini.

Inga, yang bekerja di Vanuatu sebagai direktur wilayah untuk badan amal Care Australia, adalah warga Australia yang menikah dengan warga Indonesia, Ode Ali Maruf. Mereka telah memiliki dua orang anak, yaitu Ellia dan Kinta Mepham. "Alhamdulillah kami sekeluarga dalam keadaan aman," katanya.

Dengan berbekal makanan dan minuman secukupnya, Inga dan keluarga bersama ratusan warga lainnya melewati malam yang gelap di ruang bawah hotel tersebut.

"Sekitar pukul 11.30 malam, terdengar angin yang begitu keras dan terus-menerus sampai sekitar pukul 04.00 pagi," ujar Inga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Suara gemuruh, rasanya seperti dibawa oleh helikopter yang baru berakhir pada pukul 05.00," tambahnya.

Pukul 12.00 Sabtu (14/3/2015), barulah mereka diizinkan untuk keluar dari ruang perlindungan dan kembali ke kamar masing-masing. Hotel Holiday tempat mereka mengungsi pun mengalami kerusakan, yaitu salah satu dindingnya terlepas.

Ketika keadaan mulai mereda, Inga langsung mengecek kondisi kantornya di sebuah bangunan berlantai dua. Ia mendapati kantornya sudah porak poranda dan untuk sementara tidak bisa dipergunakan.

Untuk sementara, Inga bersama stafnya menjalankan kantor Care secara virtual sambil menunggu tempat yang baru. Lalu, bersama Ali Maruf dan anak-anaknya, ia memeriksa kondisi rumah tempat tinggal mereka. "Atapnya oke, tetapi plafonnya runtuh karena air yang meresap," kata Inga.

Selain itu, sebuah pohon tua di pekarangan yang usianya mungkin sudah ratusan tahun juga roboh. "Atap beranda juga rusak," katanya.

Saat puncak kejadian itu sendiri, anak-anak Inga dan Ali tertidur pulas. Mereka baru terbangun sekitar pukul 08.00 pagi saat badai sudah agak reda.

Terlepas dari pengalaman pribadinya ini, Inga sebagai Direktur Care meminta semua pihak untuk turut membantu para korban di Vanuatu, khususnya untuk pulau-pulau di wilayah selatan negara itu.

"Kami menerima laporan bahwa sekitar 85 persen rumah dan bangunan di wilayah selatan telah rusak atau hancur," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X