Kompas.com - 08/03/2015, 00:13 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang polisi menembak mati seorang remaja kulit hitam berusia 19 tahun yang menyerangnya di kota Madison, Wisconsin. Demikian pernyataan kepolisian setempat, Sabtu (7/3/2015).

Insiden itu terjadi pada Jumat (6/3/2015) malam memicu unjuk rasa di kota pelajar wilayah barat tengah AS itu. Sejumlah media lokal melaporkan pasukan polisi dalam jumlah besar terlihat bersiaga di lokasi penemb akan.

Insiden ini adalah yang terakhir dalam serangkaian insiden penembakan yang melibatkan polisi dan para pemuda kulit hitam yang memicu ketegangan rasial di AS.

Serangkaian insiden penembakan itu juga memicu perdebatan soal taktik kepolisian dalam menangani masalah di komunitas warga minoritas. Kepala kepolisian Madison Mike Koval kepada stasiun televisi WKOW mengatakan kejadian tersebut diawali respon polisi terhadap laporan adanya kekerasan.

Polisi yang meluncur ke lokasi yang dilaporkan harus mendobrak masuk ke dalam sebuah apartemen setelah mendengar suara yang mencurigakan di dalam apartemen tersebut.

"Begitu petugas ada di dalam apartemen, orang yang terlibat dalam insiden itu, orang yang pernah dituduh melakukan pemukulan itu, kemudian menyerang seorang petugas. Dan dalam konteks membela diri, petugas itu mencabut pistolnya dan menembak orang tersebut," ujar Koval.

Koval menambahkan, polisi tersebut kemudian mencoba menolong remaja yang tertembak itu dengan memberikan CPR. Remaja itu masih sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak terselamatkan.

"Sejauh ini tak ditemukan pistol atau senjata lain di TKP. Insiden ini masih dalam penyelidikan Departemen Investigasi Kriminal Madison," tambah Koval.

Lebih jauh, Koval meminta warga tenang dalam menyikapi insiden penembakan tersebut. Namun dia memahami jika warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian menunjukkan kemarahan.

"Kami mendesak agar semua orang bersikap tenang dan menahan diri. Berilah waktu bagi para penyidik untuk menyelesaikan tugas mereka mengungkap masalah ini," ujar Koval.

Insiden penembakan di Wisconsin itu terhadap hanya beberapa hari setelah Kementerian Kehakiman AS menegaskan tidak akan menuntut petugas polisi kulit putih yang menembak seorang remaja kulit hitam di Ferguson, Missouri, yang kemudian memicu kerusuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.