"Bali Nine" Akan Dieksekusi, Ajang Indofest di Adelaide Ditunda

Kompas.com - 03/03/2015, 17:51 WIB
Festival Indofest sudah digelar sejak 2008 di Australia dan menarik banyak pengunjung. ABC AustraliaFestival Indofest sudah digelar sejak 2008 di Australia dan menarik banyak pengunjung.
EditorErvan Hardoko

ADELAIDE, KOMPAS.com — Sejumlah acara yang menjadi bagian dari penyelenggaraan salah satu festival terbesar Indonesia di Australia, Indofest di Adelaide, Australia Selatan, ditunda terkait rencana eksekusi dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Puncak acara Indofest sedianya akan digelar pada 13 April 2015 di Rymill Park, Adelaide. Sejak dimulai pada tahun 2008, festival ini selalu menarik banyak pengunjung, dengan rata-rata 15.000 orang hadir selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, panitia Indofest juga menyelenggarakan kegiatan lain, seperti pertemuan bisnis, pameran di museum, dan pertunjukan musik di pusat pertokoan dan kegiatan lain, dalam festival yang disebut sebagai kegiatan mempromosikan Indonesia terbesar di luar negeri.

Sekretaris Asosiasi Indonesia-Australia (AIA) Chris Majewski mengatakan kepada ABC bahwa sekarang berbagai kegiatan Indofest akan ditunda dan diselenggarakan pada kemudian hari. AIA adalah penyelenggara festival Indofest yang melibatkan masyarakat Indonesia di Adelaide.

"Setelah melakukan pertimbangan serius, panitia memutuskan bahwa beberapa kegiatan, khususnya kegiatan terbesar Indofest di Rymill Park, dan pertunjukan di mal, yang terbuka untuk publik, sebaiknya tidak diselenggarakan saat ini," kata Majewski.

"Kami mempertimbangkan dalam konteks Australia bahwa sekarang bukan waktu yang tepat, dan sebaiknya ditunda dan diselenggarakan pada kemudian hari," kata Majewski.

Kegiatan lain yang masih tetap diselenggarakan dan tidak melibatkan pengunjung dalam jumlah besar adalah kegiatan di sekolah, di galeri seni, dan di taman raya. Majewski mengatakan bahwa AIA adalah organisasi kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh para sukarelawan, dan bukannya organisasi politik.

"Perhatian kami adalah bagi warga Australia dan Indonesia," katanya.

"Kami tidak terlibat dalam kegiatan politik sama sekali sehingga saya tidak akan memberikan komentar mengenai situasi yang ada sekarang dari sisi politik," tambah Majewski.

"Namun, menurut kami, warga Australia pada umumnya akan berpandangan bahwa tidaklah tepat waktunya jika menyelenggarakan peristiwa besar seperti ini dalam konteks situasi sekarang."

Majewski tidak bisa menjelaskan jadwal baru untuk kegiatan ini. Namun diharapkan, acara tersebut tetap akan diselenggarakan pada 2015.

Dia mengatakan, Indofest setiap tahunnya mendapat banyak sponsor, dan mereka akan tetap menjadi sponsor meski kegiatan ditunda. "Tidak ada sponsor, yang sejauh ini sudah menyatakan akan mendukung, mengatakan bahwa mereka menarik partisipasi mereka," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X