Kompas.com - 06/02/2015, 08:24 WIB
Petani di Australia Selatan mengaku mereka korban bencana kekeringan lahan yang terlupakan lantaran skema bantuan pinjaman dana bagi mereka tidak kunjung terealisasi. ABCPetani di Australia Selatan mengaku mereka korban bencana kekeringan lahan yang terlupakan lantaran skema bantuan pinjaman dana bagi mereka tidak kunjung terealisasi.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Petani korban bencana kekeringan parah di Australia Selatan akhirnya mengakses skema bantuan pinjaman dana yang sangat mereka butuhkan dari pemerintah federal menyusul tercapainya negosiasi antara Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan dengan Pemerintah Federal Australia.

Menteri Pertanian Federal Barnaby Joyce mengumumkan, alokasi bantuan pinjaman ialah senilai 10 juta dollar atau senilai hampir Rp 100 miliar, yang akan digelontorkan untuk para petani di Australia Selatan yang menjadi korban bencana kekeringan sejak 7 bulan lalu. Namun, hingga kini, paket bantuan itu belum juga direalisasikan.
 
Pemerintah Persemakmuran dan Pemerintah Australia Selatan terlebih dahulu harus menandatangani kesepakatan skema tersebut sebelum paket bantuan itu bisa digelontorkan.

Kepada ABC, Joyce mengatakan, pihaknya siap kapan saja mencairkan dana bantuan bagi petani korban bencana kekeringan lahan di Australia Selatan.
 
"Semua tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah federal sudah kami rampungkan," katanya.
 
"Sungguh saat ini 'bola' berada di tangan Pengadilan Australia Selatan. Mereka hanya harus menandatangani kesepakatan dalam skema itu yang pada dasarnya adalah setuju bahwa kita tidak bisa memiliki kondisi yang berbeda bagi negara-negara yang berbeda.
 
"Kapasitas merealisasikan skema bantuan itu sudah siap kapan saja Australia Selatan menginginkannya, tetapi mereka harus menyelesaikan tugas bagiannya dahulu pekan ini."
 
Pemerintah Federal menggandeng Biro Meteorologi untuk melakukan pemetaan guna menentukan daerah mana di Australia yang mengalami kekeringan terparah dan menentukan apa ada daerah lain yang mengalami kekurangan curah hujan yang parah.
 
Joyce mengatakan bahwa informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk menilai siapa saja petani yang memenuhi syarat untuk menerima skema bantuan pendanaan dan yang mana yang tidak.
 
Kementerian Industri Primer dan Kawasan mengakui bahwa kesepakatan mengenai pedoman bantuan pinjaman itu sekarang sudah tercapai dan karenanya skema bantuan pinjaman itu sudah akan tersedia dalam dua pekan mendatang.
 
Awal tahun lalu, Menteri Pertanian melakukan kunjungan ke kawasan-kawasan pertanian yang menjadi korban kekeringan lahan. Namun, paket bantuan pinjaman dana tambahan senilai 10 juta dollar itu baru digelontorkan pada Juli sehingga membuat banyak petani di Australia Selatan mengalami kesulitan.
 
Bahkan, saking lamanya mereka mendapatkan bantuan, banyak yang menyebut sebagai bencana kekeringan yang terlupakan.
 
Presiden Peternak SA, Geoff Power, mengatakan, penundaan skema bantuan ini telah membuat banyak anggotanya frustrasi.
 
"Rekan-rekan kami petani di  timur laut banyak menyaksikan yang terjadi di perbatasan. Petani di mana rekan mereka di sana telah menerima bantuan pinjaman dana, sementara mereka belum memiliki akses untuk mengambil uang itu," katanya.
 
"Mereka diberi tahu bahwa skema bantuan pinjaman dana itu akan segera cair, tetapi ternyata tidak kunjung diigelontorkan. Para petani merasa ada permainan politik di balik penundaan ini dan kami sebagai produsen dan pemilik lahan hanya ingin bisa kembali melakukan produksi.  Ada banyak pemilik lahan di SA yang sangat kesulitan."
 
Barnaby Joyce mengatakan, pihaknya mendengarkan aspirasi para petani yang terdampak bencana kekeringan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X