Norwegia Berencana Larang Warga Membantu Pengemis

Kompas.com - 05/02/2015, 22:01 WIB
Ilustrasi pengemis. ShutterstockIlustrasi pengemis.
EditorErvan Hardoko
OSLO, KOMPAS.com - Pemerintah Norwegia tengah mengajukan rancangan undang-undang yang cukup kontroversial yaitu membuat tindakan membantu pengemis di jalanan menjadi sebuah pelanggaran hukum.

Jika undang-undang ini disetujui, maka barang siapa yang menawarkan bantuan uang, makanan atau tempat berteduh bagi para pengemis terancam hukuman penjara antara enam bulan hingga satu tahun.

Selain itu, undang-undang tersebut juga akan mengkriminalkan siapa saja yang mengelola para pengemis jalanan.

Pemerintah lokal Norwegia dikabarkan menentang rencana itu, namun Menteri Kehakiman Norwegia Anders Anundsen mengatakan negeri itu membutuhkan undang-undang yang akan mengkriminalkan siapa saja yang menjalankan jaringan pengemis sebagai sebuah bisnis yang terorganisasi.

"Kita harus memberikan payung hukum bagi polisi untuk memberantas mereka yang mendatangkan pengemis dalam jumlah besar ke Norwegia," ujar Anundsen.

Sejak tahun lalu parlemen Norwegia sudah mendiskusikan rencana larangan mengemis di Oslo terkait meningkatnya jumlah pengemis di jalanan ibu kota.

Rencana untuk mengkriminalkan warga yang membantu pengemis mendapatkan sorotan tajam sejumlah warga Norwegia, salah satunya adalah Inger Husby.

Perempuan yang tinggal di kota Boler di pinggiran Oslo. Dia kerap mengundang para tunawisma dan pengemis ke kediamannya untuk sekadar menyantap makanan atau beristirahat.

Saat diwawancarai lembaga penyiaran publik NRK, Inger khawatir undang-undang itu nantinya akan menjadikan sebuah niat baik membantu sesama sebagai sebuah bentuk kejahatan.

"Mereka sudah tinggal di kediaman saya beberapa kali. Saya beri paket makan siang untuk mereka dan segelas coklat panas. Saya mencuci pakaian mereka saat mereke membutuhkannya. Sesekali mereka juga datang untuk makan malam," kata Inger.

Karin Andersen, anggota parlemen dari Partai Sosialis, lewat Twitter menyampaikan kemarahannya terkait rencana pemerintah itu, Karin menuduh pemerintah Norwegia sedang mengkriminalkan kemiskinan.

"Negara terkaya di Eropa mengkriminalkan orang-orang termiskin Eropa," kata Karin lewat akun Twitter-nya.

Saat ini pemerintah sudah mengajukan rancangan undang-undang itu ke parlemen dan menurut jadwal akan digelar konsultasi pada 15 Februari mendatang.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X