Tak Penuhi Target, Tenaga Pemasaran di China Dihukum Berlutut di Jalanan

Kompas.com - 20/01/2015, 16:40 WIB
Sejumlah tenaga pemasaran sebuah perusahaan di kota Xiamen, China dihukum berlutut di sebuah jembatan penyeberangan yang sibuk di kota itu setelah dianggap tak memenuhi target yang dibebankan kepada mereka. CEN/YahooSejumlah tenaga pemasaran sebuah perusahaan di kota Xiamen, China dihukum berlutut di sebuah jembatan penyeberangan yang sibuk di kota itu setelah dianggap tak memenuhi target yang dibebankan kepada mereka.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com — Para pejalan kaki yang melintasi sebuah jembatan penyeberangan yang sibuk di kota Xiamen, ibu kota Provinsi Fujian, China, dibuat terpana melihat beberapa pria dan wanita yang tengah berlutut dengan selembar kertas berisi sebuah pesan di hadapan mereka.

Kertas itu berisi nama, usia, dan apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka harus berlutut di ruang publik seperti itu. Ternyata, mereka adalah para tenaga pemasaran sebuah perusahaan di kota itu yang tak berhasil memenuhi target mereka.

Salah seorang pria yang berlutut itu, Zhen Liu (43), menuliskan kesalahan yang diperbuatnya dengan tulisan tangan di atas kertas yang terbuka di hadapannya.

"Saya gagal untuk memenuhi target penjualan yang dibebankan kepada saya," demikian tulis Zhen Liu.

"Saya harus berlutut di jembatan ini selama satu jam sebagai hukuman karena tak mampu menjalankan pekerjaan saya," tulis seorang pria lainnya bernama Ming Chou (39).

Melihat para karyawan pemasaran yang dipermalukan di muka umum seperti itu membuat seorang warga, Zhu Ku (29), sangat terkejut.

"Saya melihat beberapa orang berlutut, kepala tertunduk, dan mengucapkan permintaan maaf. Tidak ada informasi soal perusahaan yang mempekerjakan mereka, tapi tampaknya bukan perusahaan yang baik," ujar Zhu Ku.

Setelah beberapa lama berlutut, salah seorang dari mereka memutuskan dirinya sudah cukup dipermalukan, lalu berdiri sambil meremas kertas yang ada di hadapannya, kemudian membuang kertas itu sebelum berjalan pergi.

"Namun, karyawan yang lain tetap berlutut dan pasrah menerima hukuman mereka," tambah Zhu Ku.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di dunia maya. Sejumlah pengguna media sosial mengatakan, mereka tak akan mau bekerja di sebuah perusahaan kejam seperti itu.

Sementara itu, banyak pengguna internet mengatakan akan mencoba mencari nama perusahaan itu untuk mempermalukan perusahaan yang telah memperlakukan karyawannya dengan sangat buruk.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber yahoo news
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X