Kompas.com - 23/12/2014, 21:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com - Setidaknya 60 wartawan di seluruh dunia tewas sepanjang 2014 saat bertugas atau karena pekerjaannya. Dari jumlah itu, 44 persen menjadi target pembunuhan.

Data ini dilansir oleh Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), organisasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/12/2014).

"Sebuah proporsi tinggi yang tak biasa, sekitar seperempat dari mereka yang terbunuh adalah wartawan (desk) internasional," ujar laporan itu.

Angka itu menjadi luar biasa, lanjut laporan tersebut, karena saat ini jumlah wartawan yang mendapat ancaman justru lebih banyak dari mereka yang bertugas di dalam negeri masing-masing.

Di antara wartawan yang tewas saat bertugas pada tahun ini adalah Anja Niedringhaus, fotografer Assosiated Press, yang ditembak mati ketika meliput pemilu di Afganistan.

Namun, CPJ melaporkan pula jumlah kematian wartawan sepanjang 2014 berkurang dibandingkan pada 2013 yang mencatatkan angka 70 orang.

Meski demikian, CPJ menekankan bahwa tiga tahun terakhir merupakan tahun-tahun paling mematikan bagi profesi wartawan terhitung sejak lembaga ini aktif mengumpulkan data sejak 1992.

Konflik di Suriah yang sudah memasuki tahun keempat, sebut CPJ, merupakan faktor utama dari meningkatnya kasus kematian wartawan saat bertugas atau karena terkait pekerjaannya.

Setidaknya, tulis laporan CPJ, ada 17 wartawan yang meninggal di tengah konflik di Suriah, dari total 79 orang sejak konflik tersebut pecah pada 2011.

Suriah juga terkait dengan dua kematian tragis wartawan karena dipenggal kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), James Foley dan Steven Sotloff. Mereka berdua hilang saat meliput konflik.

Selain Suriah, konflik di perbatasan timur Ukraina juga menyebabkan lima wartawan dan dua pekerja media tewas. Data ini menjadi yang terburuk sejak berakhirnya Perang Dingin.

Adapun perang 50 hari di Gaza pada musim panas tahun ini, menewaskan setidaknya 4 wartawan dan dua kru media, termasuk wartawan foto Associated Press Simone Camili dan penerjemahnya Ali Shehda Abu Afash.

Irak menjadi lokasi yang menewaskan lima wartawan sepanjang 2015, dengan tiga di antaranya tewas saat meliput perlawanan menghadapi ISIS.

CPJ mencatat pula ada wartawan yang tewas karena meliput endemi ebola di kawasan barat Afrika. Laporan ini menyatakan bahwa CPJ masih menyelidiki kematian 18 wartawan sepanjang 2014, sembari menegaskan mereka tak menyertakan data wartawan yang meninggal karena sakit atau kecelakaan pesawat, kecuali hal itu terjadi karena serangan yang disengaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.