Kompas.com - 19/12/2014, 10:54 WIB
Lini masa Tessa Kum di Twitter saat memulai gerakan #illridewithyou ABCLini masa Tessa Kum di Twitter saat memulai gerakan #illridewithyou
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM — Terinspirasi oleh berbagai kemurahan hati yang dia baca di media sosial, Tessa Kum menawarkan kepada siapa saja yang mengenakan atribut agama, yang takut akan keselamatan mereka, untuk naik angkutan umum bersamanya.

Dalam sebuah wawancara, Tessa mengungkapkan keberhasilan gerakan #illridewithyou yang dia mulai di Twitter.

Apa yang membuat Anda mem-posting #illridewithyou di Twitter?

Itu semacam titik balik bagi saya. Saya melihat postingan lainnya di Twitter yang menunjukkan kebaikan hati seorang perempuan (Rachael Jacobs) dan saya hanya merasa bahwa hal itu harus banyak dilakukan di dunia ini.

Dia melakukan hal yang sangat sederhana. Dia melihat seorang perempuan Muslim, yang tertekan di kereta, melepas jilbabnya, dan kemudian mendekati perempuan itu lalu berkata, "Pakai kembali, aku akan berjalan denganmu". Itu membuat saya sedikit tersentuh.

Itu terkesan bahwa cara sederhana untuk mempromosikan kebaikan adalah dengan mengatakan, jika siapa pun merasa transportasi umum tak nyaman hanya karena apa yang ia kenakan, maka Rachel akan duduk di samping mereka sehingga mereka tidak sendirian.

Jika sesuatu, dengan alasan yang mengerikan, terjadi, maka mereka tak sendiri. Saya tak berpikir ini terbatas pada warga Muslim. Ini bisa berlaku bagi siapa saja yang memiliki penampakan mencolok, yang secara otomatis menjadikan mereka pusat perhatian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapan Anda menyadari bahwa hal ini menyentuh hati orang-orang?

Itu adalah ketika ponsel saya tak berhenti bergetar. Saya menyadari hal itu berjalan dengan baik di luar perkiraan saya ... Orang merasa terbantu oleh gerakan ini. Ini sudah terjadi.

Sydney adalah kota terbesar di Australia. Hal ini tak dapat diringkas dalam bentuk apa pun yang bisa dimasukkan ke dalam 140 karakter. Kami rumit dan kami bertentangan serta saling bertentangan, dan kami harus menerima itu. Artinya, kami akan sedih, marah, dan melakukan apa yang diinginkan. Kami juga akan sangat lelah. Orang-orang letih yang akan maju dan berbicara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.