Kompas.com - 18/11/2014, 20:40 WIB
Tim para medis Israel mengangkat jasad salah satu pria Palestina pelaku serangan maut ke sebuah sinagoga di kota Jerusalem, Selasa (18/11/2014), yang mengakibatkan empat orang warga Israel tewas. AFP PHOTO / GALI TIBBONTim para medis Israel mengangkat jasad salah satu pria Palestina pelaku serangan maut ke sebuah sinagoga di kota Jerusalem, Selasa (18/11/2014), yang mengakibatkan empat orang warga Israel tewas.
EditorErvan Hardoko
JERUSALEM, KOMPAS.com — Kepolisian Israel, Selasa (18/11/2014), mengatakan, keempat korban tewas dalam insiden penyerangan sebuah sinagoge adalah tiga warga AS dan seorang warga Inggris.

"Terkait kewarganegaraan korban, tiga di antara mereka adalah warga AS dan seorang lainnya warga Inggris," kata juru bicara kepolisian Israel, Luba Samri.

Sebelumnya, dua pria Palestina bersenjatakan senapan dan kapak menyerbu sebuah sinagoge di Jerusalem dan membunuh empat orang warga Israel sebelum tewas ditembak polisi.

Serangan ke sinagoge itu terjadi pada pukul 07.00 waktu setempat pada saat umat Yahudi di kawasan Har Nof bersiap untuk menggelar sembahyang pagi.

"Empat orang tewas dan enam orang terluka, termasuk dua orang polisi," kata Luba Samri.

"Dua penyerang tampaknya adalah warga Jerusalem timur, memasuki yeshiva (sekolah agama Yahudi) di Har Nof dan menyerang umat yang sedang berdoa menggunakan pistol dan kapak," tambah Samri.

"Dua polisi yang tiba di lokasi kejadian terlibat baku tembak dengan kedua penyerang yang akhirnya tewas ditembak," ujar Samri.

Samri menambahkan, kedua penyerang ternyata merupakan saudara sepupu yang tinggal di kawasan Jabal Mukaber, Jerusalem timur.

Jerusalem timur yang sebagian penduduknya adalah warga Arab Palestina menjadi pusat ketegangan sejak Juni lalu saat ekstremis Yahudi membunuh seorang remaja Palestina berusia 16 tahun.

Pembunuhan itu merupakan aksi balas dendam atas kematian tiga remaja Yahudi yang kemudian memicu bentrokan dan kekerasan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.