Kompas.com - 06/10/2014, 16:51 WIB
Penulis Budi Suwarna
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Selang 15 menit, kami sampai di Terowongan Ketiga Paju. Di terowongan inilah, petualangan penetrasi mendekati wilayah Korut dimulai. Ada puluhan orang yang telah antre di mulut terowongan mendengarkan instruksi ini-itu. Kami segera bergabung dengan mereka dan dalam hitungan menit memasuki terowongan selebar 1,2 m dengan tinggi hanya 90 cm-120 cm. Agar kepala tak terantuk langit-langit terowongan, pengunjung dewasa harus berjalan dengan sedikit membungkuk.

Semakin ke dalam, lantai terowongan semakin menurun. Suasana kian temaram dan lembab. Di beberapa bagian, dinding terowongan berupa batuan keras meneteskan air cukup deras. Dinding terowongan itu makin sempit dan terasa makin menjepit. Untuk orang-orang yang takut dengan ruangan sempit, terowongan sedalam 25 m-45 m dengan panjang ratusan meter itu benar-benar meneror.

Kami telah masuk 350 m ke dalam terowongan. Dan, di situlah petualangan kami berakhir. Kami tak boleh memasuki terowongan selanjutnya yang ditutup dengan pintu besi yang diberi jendela kaca. ”Itu adalah terowongan di daerah perbatasan yang panjangnya sekitar 170 m. Di ujung terowongan sana sudah masuk wilayah Korea Utara,” ujar pemandu wisata.

Semua orang berusaha melongok ke ujung terowongan yang disebut-sebut masuk wilayah Korut itu, berharap melihat setitik kehidupan di sana. Namun, tak ada gambaran apa pun yang tampak kecuali sepi. Kami diperintahkan berbalik badan keluar dari terowongan.

Ada beberapa sensasi yang saya bawa ketika meninggalkan terowongan. Pertama, saya merasa telah ”menyusup” begitu jauh dan berhenti hanya 170 m dari wilayah Korut yang sangat tertutup itu. Kedua, saya merasa menjadi bagian dari ribuan tentara Korut yang sedang menyusup ke wilayah Korsel melalui Terowongan Ketiga.

CATATAN:
Tulisan ini merupakan cuplikan dari tulisan utuh di Harian Kompas edisi Sabtu (4/10/2014) berjudul Jejak Perang di Terowongan Ketiga, karya Budi Suwarna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.