Mulai Tahun Depan, Perokok di Korsel Mesti Rogoh Kocek Lebih Dalam

Kompas.com - 11/09/2014, 14:24 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Korea Selatan (Korsel) berencana merealisasikan kenaikan harga rokok hingga sekitar 100 persen mulai tahun depan. Beleid anyar itu sudah diajukan Menteri Kesehatan Moon Hyung-Pyo ke parlemen. Nantinya, eksekusi kebijakan itu tinggal menanti teken para wakil rakyat Negeri Ginseng, tulis Yonhap pada Kamis (11/9/2014).

Catatan terkini menunjukkan harga sebungkus rokok si Korsel rata-rata 2.500 won atau setara dengan 2,42 dollar AS. Kelak, para perokok mesti merogoh kocek lebih dalam. Soalnya, pada 2015, harga sebungkus rokok paling murah menjadi 4.500 won.

Menteri Hyung-Pyo mengatakan kebijakan ini bakal menjadi salah satu langkah besar dalam pembenahan kesehatan di Korsel.

Hyung-Pyo dalam hitung-hitungannya berpendapat kebijakan paling anyar ini bisa memotong konsumsi rokok hingga 34 persen. Di sisi lain, kebijakan ini bisa mendongkrak pendapatan pajak pemerintah hingga 2,8 triliun won.

Tertinggi

Masih menurut Hyung-Pyo sekitar 44 persen orang dewasa di Korsel adalah perokok. Angka ini berada di puncak tertinggi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). "Sejak beberapa tahun silam, kami berupaya menekan angka ini," aku Hyung Pyo.

Pemerintah Korsel, imbuh Hyung Pyo, sudah menerapkan peraturan larangan merokok di tempat umum. Selain itu, pemerintah Korsel juga memerintahkan agar pada setiap kemasan rokok mesti ada foto dampak bahaya merokok. "Kami pun melarang penjualan rokok di toko-toko ritel," kata Hyung Pyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, sudah bisa diduga, Asosiasi Pengusaha Rokok Korsel berada di garda depan menentang peraturan ini. "Pemerintah mengkambinghitamkan perokok demi mendongkrak pajak," tuding asosiasi itu.

Pemerintah Korsel, tutur Hyung Pyo sudah menjanjikan duit 316 triliun won mulai dari sekarang hingga 2018 untuk mengongkosi kebutuhan kesejahteraan rakyat. Dana sebesar itu juga menyertakan dana kesehatan masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.