Kompas.com - 29/08/2014, 19:07 WIB
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com - Kanselir Jerman Angela Merkel, Jumat (29/8/2014), lewat juru bicaranya mengatakan aksi pasukan Rusia di dalam wilayah Ukraina bisa dikatakan sebagai sebuah intervensi militer. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa untuk membahas sanksi baru bagi Rusia.

"Rusia sudah diperingatkan dengan keras agar menahan diri dari aktivitas yang bisa memperburuk situasi," kata juru bicara kanselir, Steffen Seibert, merujuk pada peningkatan tentara dan persenjataan Rusia di wilayah Ukraina.

"Terkait sejumlah laporan tentang berulangnya kekerasan di perbatasan Ukraina, yang bisa dianggap sebagai sebuah intervensi militer, kami menunggu klarifikasi dari Rusia," tambah Steffen.

Dia menambahkan, laporan soal kegiatan pasukan Rusia di dalam wilayah Ukraina merupakan sebuah perkembangan serius yang tak diinginkan.

Lebih jauh, Seibert mengulang pernyataan Merkel sebelumnya yang menegaskan bahwa Berlin menginginkan "sebuah solusi diplomatik" dalam krisis ini. Namun, para pemimpin Uni Eropa harus mempertimbangkan peningkatan sanksi terhadap Rusia.

"Jika terjadi eskalasi, jika Rusia gagal memenuhi tanggung jawabnya untuk menstabilkan situasi dan menggunakan pengaruhnya terhadap separatis, menutup perbatasan untuk peralatan militer Rusia, maka Eropa sekali lagi harus merespon," ujar Steffen.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Petro Poroshenko terpaksa membatalkan kunjungan kenegaraan ke Turki karena menerima laporan pasukan Rusia sudah melitasi perbatasan dan bertempur bersama kelompok separatis.

Pernyataan Poroshenko itu diperkuat komentar dubes AS untuk Kiev yang mengatakan Rusia telah terlibat langsung dalam perang di Ukraina. Selain itu, NATO juga memastikan sekitar 1.000-an personel militer Rusia sudah berada di dalam wilayah Ukraina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.