Kompas.com - 25/08/2014, 20:13 WIB
EditorErvan Hardoko
KIEV, KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Ukraina, Senin (25/8/2014), mengatakan sekelompok tentara Rusia, yang menyamar sebagai milisi separatis, telah melintasi perbatasan tenggara Ukraina bersama 10 buah tank dan kendaraan infantri bersenjata, untuk membuka front pertempuran baru.

Sebelumnya, dalam pernyataan terpisah, militer Ukraina mengatakan pasukan penjaga perbatasan mencegah rombongan kendaraan lapis baja di luar Novoazovsk, wilayah paling tenggara Ukraina di Laut Azov.

Warga setempat yang dihubungi Reuters lewat telepon mengaku melihat barisan tank dan kendaraan tempur lainnya bergerak mendekati wilayah itu.

"Pagi ini terjadi percobaan pembukaan front pertempuran baru oleh militer Rusia yang menyamar sebagai pasukan separatis Donbas di wilayah selatan Donetsk," kata juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko.

Tuduhan terbaru ini jelas merusak suasana menjelang pertemuan antara Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Minks, Belarusia yang dijadwalkan pada Selasa (26/8/2014).

Pembicaraan di Minks ini menurut rencana akan melibatkan para pejabat tinggi Uni Eropa dan akan menjadi pertemuan pertama pemimpin kedua negara sejak Juni lalu.

Donbas adalah nama lokal untuk kawasan inustri di wilayah timur Ukraina yang selama lima bulan terakhir menjadi salah satu kawasan pertempuran.

Jika pasukan separatis bisa menguasai wilayah selatan maka mereka bisa dengan leluasa membantu kota utama para pemberontak yaitu Donetsk, sebab akses menuju perbatasan Rusia jauh lebih mudah dicapai dari wilayah selatan Ukraina.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia selama ini terpusat di dua kota besar yang dikuasai pemberontak yaitu Donetsk dan Luhansk.

Kiev menuding Rusia secara reguler melakukan penembakan artileri dari wilayah mereka ke arah pasukan Ukraina untuk membantu pasukan separatis yang ditekan pasukan pemerintah.

Ukraina juga menuding Moskwa berulang kali secara diam-diam menyelinapkan pasukannya ke wilayah negeri bekas Uni Soviet itu untuk menggelar operasi militer demi membantu separatis. Moskwa berulang kali membantah tuduhan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.