Kompas.com - 13/08/2014, 22:30 WIB
Sebuah kereta api anjlok di wilayah pegunungan Swiss mengakibatkan beberapa gerbong jatuh ke jurang. Beruntung dalam insiden ini tidak mengakibatkan seorang pun meninggal dunia. Blick/Sky NewsSebuah kereta api anjlok di wilayah pegunungan Swiss mengakibatkan beberapa gerbong jatuh ke jurang. Beruntung dalam insiden ini tidak mengakibatkan seorang pun meninggal dunia.
EditorErvan Hardoko
BERN, KOMPAS.com - Sebuah rangkaian kereta api yang membawa 200 penumpang di Swiss, Rabu (13/8/2014), anjlok akibat tanah longsor dan mengakibatkan sejumlah gerbong jatuh ke jurang.

Sejumlah foto dari lokasi kecelakaan di Graubuenden, wilayah timur Swiss memperlihatkan setidaknya satu gerbong penumpang sudah berada di bibir jurang dan tidak jatuh karena masih tertambat dengan gerbong-gerbong lainnya.

Beberapa penumpang di gerbong yang tergantung di bibir jurang itu kemudian berhasil diselamatkan dan berjalan kaki ke kota terdekat Tiefencastel.

Sementara itu sejumlah penumpang terluka dan langsung diterbangkan ke sejumlah rumah sakit. Sedangkan beberapa penumpang mendapatkan perawatan di lokasi dari anggota paramedis.

"Sebagian kereta api anjlok karena tanah longsor," kata seorang juru bicara Rhaetische Bahn namun dia belum bisa memberi rincian lebih lanjut.

Kereta api ini sedang dalam perjalanan dari kota wisata pegunungan St Moritz menuju Chur, ketika terjadi tanah longsor di daerah antara Tiefencastel dan Solis, sebelah tenggara kota Zurich.

Tiga gerbong anjlok dan langsung tergelincir masuk ke sebuah lerang di kawasan pegunungan itu. Tanah longsor itu terjadi diduga kuat karena sebelumya daerah itu diguyur hujan lebat selama beberapa jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para penumpang yang panik berlari menuju bagian belakang gerbong untuk mencegahnya jatuh langsung ke dalam jurang. "Kami semua bergegas lari ke bagian belakang gerbong untuk memberikan beban di situ, sehingga tidak langsung meluncur ke dalam jurang," kata seorang penumpang.

Seorang penumpang lainnya yang sedang dalam perjalanan bersama istri dan cucunya menuju Basel mengatakan mereka berada di gerbong yang terletak tepat di belakang gerbong yang masuk ke dalam jurang.

"Kami mendengar pengumuman bahwa kami harus pindah ke gerbong belakang," kata penumpang itu.

Selanjutnya, semua penumpang akhirnya diminta turun. "Kami harus berjalan melintasi terowongan sejauh satu kilometer. Barang-barang bawaan kami masih berada di kereta api," tambah dia.

Sejumlah laporan mengabarkan tak ada korban tewas dalam insiden ini namun kepolisian setempat mengatakan beberapa penumpang mengalami cedera.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.