Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sydney Uji Coba Iklan di Permukaan Jalan Raya

Kompas.com - 06/08/2014, 15:17 WIB
SYDNEY, KOMPAS.COM — Iklan yang dicatkan di permukaan jalan mungkin akan banyak didapati di jalan raya Sydney, Australia, setelah Pemkot Parramatta menyetujui masa percobaan enam bulan di salah satu jalan paling sibuk.

Masa percobaan enam bulan itu disetujui oleh dewan kota pada hari Senin (4/8/2014).

Usulannya adalah untuk memasang iklan di Argyle Street, dekat Westfield Shopping Centre dan terminal angkutan umum.

Namun, anggota dewan Kota Parramatta Julia Finn mengatakan, ia khawatir tentang rencana itu. "Itu adalah bagian paling ramai di Parramatta di mana banyak pejalan kaki lalu lalang dan sering kali tidak menunggu lampu hijau untuk menyeberang jalan."

"Orang akan memasang iklan di permukaan jalan dan membuatnya semakin berbahaya," katanya kepada ABC.

Bombala di New South Wales selatan mulai memasang iklan di permukaan jalan kira-kira delapan tahun lalu sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan pemerintah.

Julia Finn mengatakan, tidak tepat membandingkan Bombala dengan Parramatta.

"Bombala tidak seramai Parramatta yang terletak di pusat Sydney. Dan lagi saya pikir tidak enak dipandang. Kita sudah cukup iklan di mana-mana dan tidak usah mengecatnya di permukaan jalan," ujarnya.

Selain itu, kata Finn, ada kekhawatiran tentang keselamatan yang perlu dipertimbangkan.

"Menurut pakar, itu tidak safe. Licin waktu hujan, sehingga berbahaya khususnya bagi pengendara sepeda motor," jelasnya.

Dewan kota telah menyetujui dua iklan yang bakal mendatangkan pemasukan seluruhnya 8-ribu dollar ke kas pemerintah.

Pendengar ABC Sydney, Kane, menelepon untuk menyatakan pendapatnya. "Apa bedanya dengan rainbow crossing (penyeberangan yang dicat warna pelangi) yang sudah dihapus di Oxford Street?"

Penyeberangan itu dibuat di salah satu jalan paling ramai di Sydney untuk festival Gay and Lesbian Mardi Gras.

Pemerintah daerah menghapus warna pelangi di penyeberangan itu setelah sebuah laporan mengatakan, penyeberangan itu berbahaya.

Seorang penelepon lainnya, Miriam, juga menyatakan pendapatnya. "Kita tidak perlu cat di permukaan jalan yang mengganggu konsentrasi pengemudi mobil atau pejalan kaki," katanya.

Pelaksanaan rencana itu masih tergantung pada laporan di lokasi yang akan disampaikan kepada dewan kota.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com