Kompas.com - 27/07/2014, 03:26 WIB
Pendukung Jerman hadir dalam laga final Piala Dunia 2014 antara Jerman melawan Argentina di Maracana Stadium, Rio de Janeiro, 13 Juli 2014. AFP PHOTO / PATRIK STOLLARZPendukung Jerman hadir dalam laga final Piala Dunia 2014 antara Jerman melawan Argentina di Maracana Stadium, Rio de Janeiro, 13 Juli 2014.
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Ribuan fans Timnas Argentina masih tinggal di Brasil demi menghindari perekonomian Argentina yang morat-marit. Menurut warta Daily Mail hari ini, ada sekitar 160.000 fans Argentina yang datang ke Brasil untuk menonton laga tim kesayangan mereka pada Piala Dunia 2014 sejak 12 Juni 2014 sampai dengan 13 Juli 2014.

Namun begitu, mayoritas dari mereka masih memilih tinggal di pantai-pantai di Brasil. Meski tak memunyai banyak uang, mereka memilih memulai hidup baru di Brasil.

Lucas Bazan Pontoni adalah salah satu dari antara mereka. Sejak sebulan tinggal di Rio de Janeiro ia hidup hemat dengan hanya mengonsumsi sup. Bagi seniman berusia 23 tahun itu Brasil adalah negeri yang menakjubkan. "Saya akan tinggal di Brasil,"katanya.

Menurut media lokal Brasil, kebanyakan dari warga Argentina itu berusia sekitar 20-an tahun. Kebanyakan dari mereka lelaki.

Pemerintah Brasil mulai khawatir banyak dari fans Argentina itu menuntut jatah sosial. Ada juga kerisauan para fans itu bakal menjadi pengemis di jalan-jalan kota di Brasil.

Miskin

Kenyataan menunjukkan Argentina mengalami krisis ekonomi yang buruk. Angka pengangguran pun menjulang.

Tahun ini pemerintah mendevaluasi mata uang peso. Ditambah dengan menanjaknya tingkat suku bunga pada Januari, daya beli konsumen di Argentina melorot. Padahal, daya beli itulah penyangga pilar ekonomi Argentina.

Sejatinya, Argentina sudah mulai pulih sejak krisis utang pada 2009. Rerata pertumbuhan ekonominya berada di kisaran 6,2 persen. Padahal, sebelum krisis, pertumbuhan ekonomi Argentina sempat menyentuh 10,9 persen.

Kuat dugaan, Argentina juga mengalami melonjaknya angka kemiskinan lebih dari lima persen. Meski, pemerintah memperkirakan angka kemiskinan di bawah lima persen.

Kenyataan inilah yang menjadi pertimbangan mayoritas fans itu emoh pulang kampung. Mereka cemas akan jatuh miskin di negeri sendiri.

Pada sisi lain, pemerintah Brasil juga punya kekhawatiran soal kehadiran fans Argentina itu menjadi beban ekonomi tersendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X