Kompas.com - 21/07/2014, 21:08 WIB
Ilustrasi FBI. ShutterstockIlustrasi FBI.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Organisasi pegiat HAM, Human Right Watch dalam laporan terbarunya yang dirilis Senin (21/7/2014) mengatakan, Biro Penyelidik Federal (FBI) justru mendorong dan bahkan membayar sekelompok warga Muslim untuk melakukan aksi teror sejak tragedi 11 September 2001.

Dengan dibantu Fakultas Institut HAM Universitas Columbia, HRW memeriksa 27 kasus dari level investigas hingga persidangan, mewawancarai 215 orang, termasuk mereka yang didakwa kasus-kasus terorisme, kerabat mereka, para pengacara, jaksa dan hakim.

"Dalam beberapa kasus FBI kemungkinan menciptakan teroris dari para warga yang taat hukum ini dengan memberikan ide atau mendorong mereka melalukan aksi terorisme," demikian isi laporan HRW.

Dalam  kasus-kasus yang dipelajari tim HRW, separuh tersangka ditangkap lewat operasi yang melibatkan agen FBI yang menyamar, dan dalam sepertiga kasus itu agen FBI memainkan peran aktif.

"Warga Amerika selalu diyakinkan bahwa pemerintah melindungi mereka dari para teroris yang ada di dalam negeri AS," kata Andrea Prasow, wakil direktur HRW di Washington DC.

"Namun jika dilihat lebih teliti maka banyak orang ini tidak pernah terlibat aksi kriminal jika tidak didorong, ditekan dan bahkan dibayar untuk melakukan aksi teror," tambah Prasow.

Laporan ini mengutip empat warga Muslim AS asal Newburgh, New York yang didakwa merencanakan peledakan bom di sejumlah sinagoga dan menyerang sebuah pangkalan militer AS.

Namun dalam sidang, menurut laporan HRW, terungkap bahwa keempat orang itu terlibat dalam perencanaan teror setelah mendapatkan dorongan dan bantuan dari agen-agen pemerintah.

HRW lebih jauh menuding FBI sering menjerat orang-orang  yang secara mental rapuh dan bermasalah serta memiliki latar pendidikan yang rendah.

HRW mengambil contoh kasus Rezwan Firdaus, yang dijatuhi hukuman penjara 17 tahun saat berusia 27 tahun karena dituduh akan menyerang Pentagon dan Gedung Kongres menggunakan pesawat tanpa awak mini yang dilengkap peledak.

Seorang agen FBI sebelumnya mengatakan kepada ayah Firdaus bahwa pemuda itu memiliki masalah kejiwaan. Namun, fakta itu tidak menghentikan agen FBI yang menyamar menyusun sebuah plot teror itu.

"Pemerintah AS harus menghentikan memperlakukan warga negara Muslim sebagai para calon teroris," demikian HRW.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X