Kompas.com - 21/07/2014, 05:57 WIB
Api terlihat sesaat setelah sebuah roket yang dilancarkan militer Israel menghantam sebuah gedung di kota Gaza, 9 Juli 2014. Setidaknya 24 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. AFP PHOTO / THOMAS COEXApi terlihat sesaat setelah sebuah roket yang dilancarkan militer Israel menghantam sebuah gedung di kota Gaza, 9 Juli 2014. Setidaknya 24 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut.
EditorPalupi Annisa Auliani

DOHA, KOMPAS.com - Saat ini, sejumlah aktivitas tengah berlangsung untuk menghentikan serangan militer Israel di Gaza, Palestina, sekalipun untuk sementara.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat soal Gaza, beberapa saat lagi, Minggu (20/7/2014) malam waktu setempat atau Senin (21/7/2014) pagi WIB.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sudah dalam perjalanan untuk bertemu dengan banyak pemimpin negara di Timur Tengah, khusus untuk membahas Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, saat ini juga berada di Doha, Qatar, untuk bertemu Ban setelah sebelumnya bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Abbas juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin politik Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal, yang berada di Qatar.

Sementara itu, pemimpin Hamas juga sudah bertandang ke Kuwait untuk membahas masalah Gaza dengan Emir Sabah al-Ahmad Al-Sabah, menurut berita dari kantor berita Kuwait, KUNA.

Kuwait merupakan salah satu tulang punggung inisiatif Kairo untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza yang saat ini berlangsung di depan mata dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian Luar Negeri Kuwait pun mendesak komunitas internasional untuk turut menekan Israel menghentikan agresinya terhadap rakyat Palestina di tanah moyang tiga agama samawi itu.

Hamas dalam pernyataannya menyatakan juga sudah menerima undangan untuk bertemu para pemimpin negara kawasan itu di Kairo, untuk membahas gencatan senjata.

Kairo sebelumnya mengusulkan penghentian pertempuran tapi Hamas menolak. Hamas sempat menolak proposal yang diajukan tanpa pernah ada pembicaraan dengan mereka terlebih dahulu.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.