Kompas.com - 12/07/2014, 07:39 WIB
Bola api terlihat di langit Palestina, Rabu (9/7/2014), menyusul serangan udara Israel di Jalur Gaza. SAID KHATIB / AFPBola api terlihat di langit Palestina, Rabu (9/7/2014), menyusul serangan udara Israel di Jalur Gaza.
EditorPalupi Annisa Auliani

GENEVA, KOMPAS.com - Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat (11/7/2014), menyatakan Israel dapat dinyatakan melanggar hukum perang atas aksinya membombardir rumah warga Palestina di Jalur Gaza. Pernyataan ini muncul seiring jumlah korban tewas serangan Israel sudah mencapai 100 orang.

"Kami telah menerima laporan yang mengganggu bahwa banyak korban sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan (Israel) ke rumah-rumah (warga)," kata juru bicara komisi ini, Ravina Shamdasani, di Geneva, Swiss.

Hukum humaniter internasional adalah aturan PBB tentang hukum perang. Shamdasani mengatakan menargetkan rumah warga sebagai sasaran adalah pelanggaran hukum tersebut kecuali bangunan itu jelas dipakai untuk keperluan militer, yang itu pun berlaku sejumlah pembatasan.

Per Jumat, jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel sudah mencapai 100 orang. Operation Protective Edge yang digelar Israel sejak Selasa (8/7/2014), merupakan operasi paling mematikan negara ini ke Gaza sejak November 2012.

"Dalam hal ada keraguan terhadap bangunan yang biasanya dipakai untuk keperluan sipil, seperti rumah, tetap tidak sah dijadikan target (serangan) militer," tegas Shamdasani.

Menurut Shamdasani, rumah penduduk hanya bisa menjadi target serangan militer ketika sudah diindentifikasi dengan tepat telah dipakai untuk kepentingan militer. Serangan tersebut tetap harus proporsional, imbuh dia, dengan perlindungan penuh kepada warga sipil.

Sebelumnya, Israel menuduh para pejuang Palestina termasuk kelompok Hamas sengaja menempatkan instalasi militer di pemukiman padat penduduk di Gaza dan menjadikan warga sipil sebagai perisai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Komisi HAM PBB, Navi Pillay pada Jumat juga membuat pernyataan yang mendesak Israel maupun Palestina untuk menghentikan retorika "beracun" dan aksi saling balas yang mematikan, untuk mendukung resolusi damai di kawasan tersebut.

"Israel, Hamas, dan kelompok-kelompok bersenjata Palestina di Gaza telah menyusuri jalan ini sebelumnya, dan itu hanya menyebabkan kematian, kehancuran, ketidakpercayaan, dan perpanjangan konflik yang menyakitkan," kata Pillay dalam pernyataan tertulisnya.

"Kali ini, sekali lagi, warga sipil menanggung beban konflik. Saya mendorong semua pihak untuk tabah menghormati kewajiban mereka menurut hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil," imbuh Pillay. Dia pun menyerukan penyelidikan menyeluruh dan efektif atas segala bentuk dugaan pelanggaran hukum militer terkait serangan Israel ke Gaza ini.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.