Kompas.com - 30/04/2014, 09:20 WIB
Menhan Rusia Sergei Shoigu (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov (foto: dok). Menhan Soigu hari Selasa (29/4) mengecam peningkatan militer NATO di Eropa Timur. ReutersMenhan Rusia Sergei Shoigu (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov (foto: dok). Menhan Soigu hari Selasa (29/4) mengecam peningkatan militer NATO di Eropa Timur.
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.COM - Rusia telah menuduh Amerika dan NATO apa yang disebut sebagai pernyataan “provokatif”, sementara krisis di Ukraina meningkat bersamaan dengan peningkatan kehadiran militer NATO di Eropa Timur.

Sementara itu upaya diplomatik terus berlanjut untuk membebaskan tujuh pengamat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa atau OSCE yang masih ditahan oleh kelompok bersenjata pro-Rusia di Ukraina Timur.  

Satuan pasukan lintas udara Amerika tiba di Estonia, sebagai bagian dari unjuk kekuatan NATO di Eropa Timur.  Beberapa anggota NATO telah mengirim kapal dan pesawat tempur ke kawasan itu.
 
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu hari Selasa (29/4) mengatakan peningkatan militer itu diiringi oleh pernyataan “provokatif” tentang perlunya “menahan” Rusia.
 
Namun, Wakil Panglima NATO Jenderal Adrian Bradshaw berkeras pengiriman pasukan itu tepat.

“Menurut kami tindakan-tindakan yang kami ambil saat ini proporsional dan sesuai dengan perubahan dinamika keamanan yang kami hadapi.  Hal ini memberi indikasi sangat jelas atas komitmen NATO pada kawasan itu,” kata Bradshaw..
 
Rusia juga meningkatkan kekuatannya di kawasan itu.  Dua kapal angkatan laut Rusia hari Senin kembali bergabung dengan armada Laut Hitamnya yang berpangkalan di Crimea, daerah yang dianeksasi Rusia dari Ukraina bulan lalu.
 
Ketegangan paling luar biasa sejak Perang Dingin itu memicu tuduhan adanya intervensi militer tertutup di Ukraina, baik dari pihak Rusia maupun Barat.
 
Tujuh pengamat dari OSCE ditangkap oleh kelompok bersenjata pro-Rusia pekan lalu di kota Slovyansk yang sedang bergolak, karena dituduh sebagai mata-mata NATO.  Lima tentara Ukraina juga disandera.
 
Para pengamat itu dipertontonkan lewat televisi hari Minggu.  Pemimpin misi itu mengatakan mereka berada di Ukraina semata-mata karena mandat OSCE.
 
“Saya telah menjelaskan dokumen Wina bahwa diplomat-diplomat yang datang ke negara itu tidak bersenjata dan tidak memiliki amunisi.  Kami bukan pejuang.  Kami diplomat yang berseragam,” ujar Schneider.
 
Pihak militan ingin menukar tawanan OSCE dengan aktivis-aktivis pro-Rusia yang ditahan oleh pemerintah Ukraina.  Diantara mereka yang disandera itu terdapat tiga tentara Jerman dan seorang penerjemah.
 
OSCE yang berkantor di Wina itu dibentuk semasa Perang Dingin sebagai forum antara pihak Barat dan Timur.
 
Misi pengamat kerap menyertakan personil militer, tetapi peran mereka benar-benar hanya urusan diplomatis – demikian ujar Andrew Foxall dari the Henry Jackson Society, organisasi analisa politik yang berkantor di Inggris.
 
“Untuk mengevaluasi peristiwa-peristiwa yang terjadi, memonitor perkembangan situasi dan kemudian menyampaikan saran dan kebijakan soal bagimana situasi itu mungkin berkembang,” papar Foxall.
 
Ke-57 anggota OSCE mencakup Rusia.  Negara-negara Barat mengatakan tergantung Rusia untuk menyampaikan tekanan lebih besar pada kelompok bersenjata pro-Rusia guna membebaskan seluruh sandera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.