Pengadilan Syariah Nigeria Bebaskan 2 Terdakwa Kasus Sodomi

Kompas.com - 01/04/2014, 20:39 WIB
Beginilah suasana sidang kasus homoseksual di pengadilan syariah kota Bauchi, Nigeria, Selasa (21/1/2014). Sidang itu diakhiri kericuhan saat massa melempari para terdakwa menggunakan batu. AFPBeginilah suasana sidang kasus homoseksual di pengadilan syariah kota Bauchi, Nigeria, Selasa (21/1/2014). Sidang itu diakhiri kericuhan saat massa melempari para terdakwa menggunakan batu.
EditorErvan Hardoko
KANO, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan Syariah di Nigeria utara, Selasa (1/4/2014), membebaskan dua orang pria yang dituduh melanggar undang-undang anti-homoseksual.

Kedua pria itu, yang menolak dakwaan sebagai pelaku homoseksualitas, dibebaskan karena minimnya barang bukti. Demikian penjelasan seorang pegawai pengadilan kota Bauchi, Adbul Mohammed.

"Hakim membebaskan dua terdakwa karena jaksa gagal membuktikan bahwa keduanya bersalah," kata Mohammed.

Dalam pembacaan vonisnya,lanjut Mohammed, hakim El-Yakub Aliyu mengatakan bahwa kasus-kasus seperti ini harus dapat dibuktikan tanpa keraguan lagi sebelum vonis dijatuhkan.

"Hakim mengatakan pelaku sodomi dapat dijatuhi hukuman mati namun membutuhkan kesaksian minimal empat orang untuk membuktikannya. Dalam kasus dua orang itu, tak ada seorangpun yang menyaksikan mereka melakukan sodomi," papar Mohammed.

Hakim menambahkan, jaksa bisa mengajukan banding paling lambat dalam 30 hari. Namun belum jelas Komisi Syariah Negara Bagian Bauchi yang mengajukan kasus ini akan melawan keputusan hakim.

"Kami akan mengevaluasi keputusan hakim ini dan kemudian akan memutuskan tindakan apa yang harus kami lakukan," kata seorang pejabat komisi Syariah, Jibril Danlami Alassan.

Kedua orang itu termasuk dari 12 orang yang pada Januari lalu ditahan dan didakwa menjadi anggota sebuah klub gay dan menerima dana dari Amerika Serikat untuk merekrut anggota.

Lima terdakwa masih menjalani sidang dan empat lainnya sudah dijatuhi vonis berupa denda dan hukuman cambuk sebanyak 15 kali menggunakan cambuk kuda. Salah seorang terdakwa yang beragama Kristen masih menjalani sidang di sebuah pengadilan sekuler.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X