Kompas.com - 20/03/2014, 16:53 WIB
EditorErvan Hardoko
CANBERRA, KOMPAS.com — Manajer Otoritas Keselamatan Maritim Australia John Young mengatakan, meski satelit menangkap citra dua benda yang kemungkinan adalah puing Malaysia Airlines MH370 yang hilang, dia meminta agar semua pihak jangan terburu-buru melambungkan harapan.

"Citra satelit tak selalu berbuah hasil bagus jika dikaitkan dengan sebuah upaya pencarian meski terlihat sangat bagus," kata Young.

"Kita harus menunggu hingga kita bisa melihat benda itu dalam jarak yang sangat dekat," ujar dia.

Lokasi kedua benda itu berjarak 2.500 kilometer dari kota Perth di ujung barat daya Australia sehingga dibutuhkan waktu empat jam untuk mencapai lokasi kedua benda itu.

Young menambahkan, jarak pandang yang buruk bisa menghalangi upaya pencarian obyek itu. Hal yang sama juga disampaikan perwira AU Australia, Komodor John McGarry.

"Menganalisis citra satelit itu sangat sulit. Saat ini, citra satelit itu memberi kemungkinan lokasi adanya puing-puing," ujar McGarry.

Sementara itu, pihak lain menilai peluang kedua benda itu adalah puing-puing MH370 sangat kecil. Kemungkinan besar itu adalah pecahan sebuah kapal.

"Peluang benda itu adalah pecahan sebuah pesawat terbang sangat kecil. Kemungkinan besar itu adalah puing kapal laut," kata Jason Middleton, pakar penerbangan dari Universitas New South Wales, Sydney.

Terlebih lagi, lanjut Middleton, perairan tempat kedua benda itu terlihat adalah sebuah wilayah yang kerap dilanda badai.

Sejak hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing 12 hari lalu, tim pencari Boeing 777-200 Malaysia Airlines belum menemukan titik terang keberadaan dan nasib pesawat yang mengangkut 239 orang penumpang dan awak itu.

Justru berbagai teori muncul terkait hilangnya pesawat berkode penerbangan MH370 itu, mulai dari aksi terorisme, pilot bunuh diri, hingga kemungkinan pembajakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.