Kompas.com - 04/03/2014, 21:28 WIB
Mantan juara dunia tinju kelas berat, Vladimir Klitschko yang kini menjadi tokoh oposisi Ukraina ikut dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di alun-alun ibu kota Kiev, Senin (2/12/2013). VASILY MAXIMOV / AFPMantan juara dunia tinju kelas berat, Vladimir Klitschko yang kini menjadi tokoh oposisi Ukraina ikut dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di alun-alun ibu kota Kiev, Senin (2/12/2013).
EditorErvan Hardoko

KIEV, KOMPAS.com — Situasi di Ukraina yang memburuk pasca-krisis politik dan ancaman invasi militer Rusia membuat Kedutaan Besar RI di Kiev bersiap mengevakuasi warga negara Indonesia.

Militer Rusia mengancam akan "menyerbu" Ukraina kecuali pasukan Ukraina menyerah dari Crimea dan memberikan tenggat waktu hingga pukul 05.00 pagi waktu Kiev atau 10.00 WIB.

Namun. menurut Duta Besar RI di Ukraina, Niniek Kun Naryatie, situasi di negeri itu belum menunjukkan kegentingan.

"Dari berita yang saya dengar dan lihat di media setempat, di Crimea tidak terjadi apa-apa meski ada tenggat waktu sampai jam 05.00 pagi," kata Niniek kepada wartawan BBC Indonesia, Nuraki Azis, Selasa (4/3/2014).

Di Ukraina terdapat sekitar 60 orang WNI. "Tetapi, di Crimea tidak ada warga negara Indonesia karena sebagian besar di Kiev antara lain staf KBRI dan keluarganya," tambahnya.

Laporan wartawan BBC, Mark Lowen, di Crimea mengatakan bahwa Selasa pagi waktu setempat terjadi ketegangan antara pasukan Rusia dan Ukraina. Pangkalan-pangkalan militer utama Ukraina terus dikepung oleh pasukan Rusia yang jumlahnya di Crimea sudah mencapai ribuan.

Mengantisipasi pecahnya kontak senjata, KBRI merancang tiga tahap rencana darurat untuk mengevakuasi WNI sesuai perkembangan di lapangan. WNI juga diminta untuk selalu kontak dengan KBRI dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Seandainya ada kegentingan, kami minta mereka masuk ke Wisma KBRI dan kami merencanakan relokasi yang diprioritaskan wanita dan anak-anak," kata Niniek.

Negara tujuan relokasi WNI adalah Romania yang berjarak sekitar 700 km dari Ukraina dan bisa ditempuh melalui jalan darat.

"Kami akan bawa mereka ke Bucharest dan kami masih terus mendata siapa yang siap direlokasi, tapi jumlahnya tentu bisa berubah," kata Niniek.

"Kalau satu negara sudah diinvasi oleh pendudukan asing dan sudah ada pernyataan kalau ini perang dan sebagainya, kita tentu harus siap mengantisipasi kegentingan yang memaksa," tuturnya lebih lanjut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X