Kompas.com - 20/02/2014, 05:43 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TOLUCA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu (19/2/2014) memperingatkan Ukraina bila kekerasan terus berlanjut di negara bekas bagian Uni Soviet itu. Dia juga mengatakan pemerintah Ukraina bertanggung jawab untuk menangani aksi unjuk rasa dengan cara damai.

Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, di Meksiko, Obama mengatakan militer Ukraina seharusnya tidak masuk ke situasi yang bisa diselesaikan oleh warga sipil.

"Kami berpendapat pemerintah Ukraina bertanggung jawab memastikan berurusan dengan pengunjuk rasa menggunakan cara yang tepat. Orang Ukraina harus dapat berbicara bebas tentang kepentingan mereka tanpa takut represi," ujar dia.

Setidaknya 26 orang, termasuk 10 polisi, tewas di Kiev, Selasa (18/2/2014), setelah polisi anti-huru-hara menyerbu Independence Square dan menyerang demonstran yang menduduki alun-alun itu sejak November 2013.

Krisis di Ukraina meletus setelah Presiden Viktor Yanukovich membatalkan proses penguatan kerja sama dengan Uni Eropa, dan lebih memilih menerima dana talangan senilai 15 miliar dollar AS dari Pemerintah Rusia.

Amerika Serikat mendesak Pemerintah Ukraina menarik polisi anti-huru-hara dari Independence Square di Kiev, kemudian berdamai dan berdiskusi dengan kubu oposisi. Obama berada di Meksiko untuk pertemuan puncak dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko.

"Kami juga berharap pengunjuk rasa menggelar aksi dengan damai. Kami memantau erat situasi di sana, bersama masyarakat Eropa dan internasional mengakui bahwa akan ada konsekuensi bila garis batas dilewati," ujar Obama. "Dan itu termasuk memastikan militer Ukraina tidak masuk ke masalah yang dapat diselesaikan oleh warga sipil," ujar dia.

Sebelumnya, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat akan mempertimbangkan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan di Ukraina. "Saya pikir adegan yang kita lihat di Kiev kemarin benar-benar keterlaluan dan tidak memiliki tempat di abad 21," kata Rhodes .

Rhodes mengatakan Amerika Serikat akan berbicara dengan negara-negara Eropa tentang situasi di Ukraina menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada hari Kamis. Sebelumnya beberapa pejabat Amerika Serikat mengatakan enggan menjatuhkan sanksi untuk Ukraina dan masih berpikir mencari solusi diplomatik.

Rhodes juga mengatakan Amerika Serikat ingin melihat upaya dukungan Rusia untuk mengurangi ketegangan di Ukraina. "Saya pikir pesan kami ke Rusia adalah bahwa kita tidak lagi dalam kompetisi untuk masa depan Ukraina. Terus terang, kepentingan kami adalah (nasib) orang-orang Ukraina."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.