Ikhwanul Muslimin dari Masa ke Masa

Kompas.com - 26/12/2013, 10:23 WIB
Demonstran dari kubu oposisi mengibarkan bendera Mesir di Alun-alun Tahrir, 1 Juli 2013. Militer Mesir pada 3 Juli mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir. AP PHOTO / MANU BRABODemonstran dari kubu oposisi mengibarkan bendera Mesir di Alun-alun Tahrir, 1 Juli 2013. Militer Mesir pada 3 Juli mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KAIRO, KOMPAS.com - Pemerintah sementara Mesir, Rabu (25/12/2013), menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Berikut adalah perjalanan gerakan Islam tertua dan terbesar di Mesir tersebut.

Maret 1928:
Ikhwanul Muslimin didirikan di kota Terusan Suez di Ismailiya oleh guru Hassan al-Banna. Visi mereka menentang kolonialisme dan zionisme.

Desember 1948:
Anggota Ikhwanul Muslimin terlibat pembunuhan Perdana Menteri Mahmud Fahmi al-Nuqrashi yang memerintahkan pembubaran organisasi tersebut.

Februari 1949:
Polisi rahasia Mesir membunuh Hassan al-Banna.
A Muslim Bruder assassinates perdana menteri Mahmud Fahmi al - Nuqrashi , yang telah memerintahkan Ikhwan dibubarkan .

Februari 1949:
Polisi rahasia membunuh Banna.

1954-1970:
Ribuan anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap dan ditahan di penjara bawah tanan selama pemeritahan Presiden Gamal Abdel Nasser.

1966:
Sayyed Qutb, ulama terkenal Mesir yang juga bergabung ke Ikhwanul Muslimin, dihukum gantung.

1971:
Anwar Sadat, penerus Nasser, memberi amnesti pada para anggota Ikhwanul Muslimin tetapi secara resmi melarang organisasi tersebut. Sejak saat itu Ikhwanul Muslimin mendeklarasikan diri gerakan mereka meninggalkan kekerasan serta beralih ke aktivitas sosial dan akar rumput.

6 Oktober 1981:
Sadat dikabarkan menandatangani perjanjian damai dengan Israel tanpa memberi konsesi pada Palestina, dibunuh kelompok radikal.

1984:
Penerus Sadat, Hosni Mubarak, mengakui Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi keagamaan tetapi menolak eksistensinya sebagai kekuatan politik. Kebijakan ini menjadi jalan bagi Ikhwanul Muslimin membangun kekuatan memunculkan calon independen.

Halaman:
Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X