Kompas.com - 16/12/2013, 22:37 WIB
EditorErvan Hardoko
ROMA, KOMPAS.com — Kepolisian Italia, Senin (16/12/2013), menangkap empat orang tersangka anggota mafia yang memaksa para pemilik toko membeli bunga tradisional Natal dengan harga 100 euro atau sekitar Rp 1,6 juta.

Keempat tersangka itu menjual bunga untuk mengumpulkan uang bagi para anggota mafia yang kini menjalani hukuman di penjara. Bunga poinsettia merah merupakan hadiah Natal tradisional di Italia, biasanya dijual dengan harga 3 euro-4 euro.

Keempat orang itu diduga merupakan anggota klan Mazzarella dari Camorra, yang merupakan organisasi mafia dari Napoli. Korban mereka adalah para pemilik toko di pusat perbelanjaan ramai di kota Napoli.

"Di beberapa bagian Napoli, bunga poinsettia, yang seharusnya bisa melembutkan hati seseorang, justru mengandung kejahatan," ujar polisi dalam pernyataannya.

Masa menjelang Natal seperti ini biasanya menjadi kesempatan bagi mafia untuk "memanen rezeki", terutama dari uang perlindungan di berbagai toko. Namun, dengan resesi ekonomi yang tengah menghantam Italia, mafia juga kesulitan mendapatkan penghasilan karena banyak tempat bisnis yang gulung tikar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.