Tangis Afrika Selatan, Bersama Pangeran Charles hingga Oprah Winfrey

Kompas.com - 16/12/2013, 07:17 WIB
Cucu Nelson Mandela, Nandi Mandela, mewakili keluarga berpidato dalam upacara kenegaraan sebelum pemakaman Nelson Mandela, Minggu (15/12/2013). Kopano Tlape / AFPCucu Nelson Mandela, Nandi Mandela, mewakili keluarga berpidato dalam upacara kenegaraan sebelum pemakaman Nelson Mandela, Minggu (15/12/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Salah satu pidato pelepasan dalam upacara kenegaraan sebelum pemakaman Nelson Mandela disampaikan sahabat seperjuangan Mandela, Ahmed Kathrada. Pesan untuk menjaga warisan Mandela pun berkumandang, berbaur dengan ungkapan duka.

Pidato Kathrada mengundang tangis 4.500-an orang yang memadati lokasi upacara, termasuk tamu asing, mulai dari Pangeran Charles dari Inggris sampai selebritis Amerika Serikat Oprah Winfrey.

"Aku pertama kali bertemu dengannya 67 tahun lalu," kata Kathrada, yang bersama Mandela dijatuhi hukuman seumur hidup karena aktivitas politik mereka, pada 1963. Dia mengingat sosok Mandela dulu adalah petinju amatir tangguh melebihi narapidana lain.

"Selamat tinggal saudaraku, mentorku, pemimpinku," ujar Kathrada dengan suara pecah. "Saya kehilangan saudara, hidup saya kosong, dan saya tak tahu kepada siapa lagi akan berpaling."

Pemakaman Mandela menjadi babak terakhir dari kisah hidup luar biasa figur publik yang menjulangkan arti keberanian dan ketabahan moral. Kisah yang mengubah sosok lelaki kulit hitam ini sebagai simbol global dari kebebasan dan harapan.

Mandela diumumkan meninggal pada Kamis (5/12/2013) malam atau Jumat (6/12/2013) pagi waktu Indonesia. Pemerintah Afrika Selatan menetapkan 10 hari berkabung nasional untuk menghormati meninggalnya Mandela, pendiri "Rainbow Nation".

Hujan tak mengurangi tekad orang-orang Afrika Selatan menyambangi Soweto, untuk antre melihat jenazah Mandela yang disemayamkan di Union Buildings Pretoria.

Senin (16/12/2013), sebuah patung sosok Mandela akan diresmikan di halaman kantor kepresidenan Afrika Selatan. Tanggal peresmian patung itu pun dicanangkan menjadi "Hari Rekonsiliasi" yang menjadi hari libur nasional di Afrika Selatan.

Bagi 50 juta warga Afrika Selatan, Mandela bukan hanya presiden mereka pada suatu ketika, melainkan juga panduan moral yang memandu mereka melewati konflik rasial di negara itu. "Sejak ia meninggal, rasanya saya ingin ikut bersamanya," kata Pascal Moloi (52), yang datang dari Johannesburg untuk dapat menyaksikan jenazah Mandela untuk terakhir kali.

Dalam prosesi upacara kenegaraan itu, Presiden Afrika Selatan Jacob  Zuma mengajak seluruh warga negaranya untuk meneruskan warisan Mandela. "Satu hal yang kami dapat yakinkan Anda pada hari ini, Tata (ayah, panggilan untuk Mandela, red), seperti langkah-langkah terakhir Anda, bahwa Afrika Selatan akan terus meningkat," kata Zuma. "Afrika akan terus meningkat karena kami tak mau gagal."



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X