Kompas.com - 27/11/2013, 13:04 WIB
Asap mengepul dari lokasi sebuah mobil yang terbakar dan menabrak kerumunan orang di Lapangan Tiananmen, Beijing, Senin (28/10/2013). Polisi China menyebut warga minoritas Uighur dari Xinjiang terlibat dalam aksi ini. STR / AFPAsap mengepul dari lokasi sebuah mobil yang terbakar dan menabrak kerumunan orang di Lapangan Tiananmen, Beijing, Senin (28/10/2013). Polisi China menyebut warga minoritas Uighur dari Xinjiang terlibat dalam aksi ini.
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.COM - Tahun 2012, China menangkap lebih dari 1.000 orang karena dianggap "membahayakan keamanan negara", kata sebuah kelompok advokasi, Rabu (27/11). Jumlah itu naik hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

Jumlah orang yang ditangkap terkait tuduhan itu, yang umumnya menimpa warga etnis minoritas, naik 19 persen hingga mencapai 1.105 orang, kata Dui Hua Foundation yang berbasis di AS dalam sebuah pernyataan. Yayasan itu mengutip angka resmi pemerintah China.

Pelanggaran kategori "membahayakan keamanan negara" itu menggantikan tuduhan "kontra-revolusi" pada 1990-an. Tuduhan pelanggan itu terutama ditujukan untuk menekan perbedaan pendapat politik. Hal itu dikenakan pada  mereka yang disebut terlibat dalam upaya "pemisahan diri", atau mendukung kemerdekaan di sejumlah wilayah China, serta tindakan spionase.

Dui Hua mengutip China Law Yearbook tahun 2013 yang mengatakan bahwa kenaikan jumlah penangkapan itu merupakan bagian dari upaya "melawan kejahatan pemecahbelahan, subversi, terorisme" dan "mengkonsolidasikan posisi partai yang berkuasa, serta membela rezim sosialis".

Lebih dari 75 persen pengadilan untuk tersangka yang didakwa tahun 2012 terjadi di wilayah yang secara etnis terbelah, yaitu Xinjiang, yang merupakan rumah bagi minoritas Uighur yang mayoritas Muslim, kata kelompok itu.

China mengatakan, etnis minoritas merasakan manfaat dari kebijakan istimewa dan memastikan kebebasan berbicara dan keyakinan agama. Namun kelompok-kelompok hak asasi menuduh pihak berwenang melakukan penindasan budaya dan eksploitasi ekonomi.

Sejumlah wilayah etnis minoritas Tibet dan Xinjiang secara teratur dilanda kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 120 warga Tibet diperkirakan telah membakar diri sejak tahun 2009 sebagai protes atas kebijakan China di wilayah tersebut. Sementara wilayah Xinjiang mengalami beberapa bentrokan, yang melibatkan polisi dan penduduk lokal, pada tahun ini. Seragkaian bentrokan itu telah menewaskan puluhan orang.

Xinjiang mengalami 190 insiden "teroris" tahun 2012, menurut majalah Outlook yang dikelola negara.

China menyalahkan separatis Uighur atas serangan di Lapangan Tiananmen, Beijing bulan lalu yang menewaskan dua wisatawan.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X