Kompas.com - 07/11/2013, 12:33 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra menggelar pertemuan keamanan sebagai langkah antisipasi meruyaknya unjuk rasa. Pertemuan itu, tulis laman Bangkok Postpada Kamis (7/11/2013) menyertakan antara lain Deputi Perdana Menteri Pracha Promnok, Menteri Dalam Negeri Charupong Ruangsuwan, Kepala Polisi Thailand Adul Saengsingkaew, dan Kepala Kepolisian Bangkok Kamronwit Thoopkrachang.
Di samping pejabat-pejabat itu, dalam rapat tersebut hadir pula Sekretaris Tetap Departemen Pertahanan Jenderal Nipat Thonglek dan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanatabut.

Sementara itu, pengunjuk rasa penentang undang-undang amnesti bergerak dari Jalan Ratchadamnern menuju Kantor Pemerintah di Kota Bangkok. Demo makin meruyak lantaran kelompok propemerintah juga menyiapkan unjuk rasa. Belum ada catatan adanya bentrokan antara kedua kelompok itu.

Sejauh ini, polisi sudah menempatkan penghalang beton setinggi dua meter di depan Kantor Pemerintah. Dengan penghalang itu, akses menuju kantor PM Yingluck tersebut cuma menggunakan Jembatan Orathai. Kendaraan masuk dan keluar di kawasan itu mesti melewati pemeriksaan ketat kepolisian.

Pemerintah Thailand getol mengupayakan undang-undang ini yang menyasar pengampunan untuk pihak-pihak yang terlibat dalam penggulingan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra pada 2006 silam.

Sementara, kelompok penentang justru menganggap kalau undang-undang amnesti memberi peluang bagi Thaksin untuk berkuasa kembali. Kini, Thaksin tinggal di luar Thailand.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.