NSA Pernah Awasi Martin Luther King dan Muhammad Ali

Kompas.com - 26/09/2013, 20:14 WIB
Tokoh pergerakan kulit hitam AS, Martin Luther King. U.S. Information Agency. Press and Publications ServiceTokoh pergerakan kulit hitam AS, Martin Luther King.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) pernah memata-matai pemimpin gerakan sipil kulit hitam, Martin Luther King, dan petinju Muhammad Ali selama masa protes perang Vietnam pada 1967. Fakta ini diungkap dalam sebuah dokumen rahasia yang dirilis ke publik.

Dokumen ini juga mengungkap bahwa NSA, pada masa itu, memata-matai para wartawan New York Times dan Washington Post, serta dua senator, yaitu Frank Church dari Partai Demokrat dan Howard Baker dari Partai Republik.

Beberapa pejabat NSA dalam dokumen itu kemudian menyebut program mata-mata ini sebagai tindakan yang "hina". Operasi yang diberi nama "Minaret" ini awalnya terkuak pada 1970-an. Namun, nama-nama orang yang teleponnya disadap dirahasiakan hingga kini.

Nama-nama tersebut menjadi target karena kritiknya atas keterlibatan AS dalam perang Vietnam. Pada 1967, kuatnya protes terhadap aksi anti perang Vietnam membuat Presiden Lyndon Johnson memerintahkan NSA mencari tahu apakah protes tersebut sengaja dibuat oleh negara lain.

NSA kemudian bekerja sama dengan lembaga khusus mata-mata untuk menyusun daftar nama yang akan diawasi, dan menyadap telepon mereka. Petinju Muhammad Ali juga berada dalam daftar orang yang teleponnya disadap.

Program ini dilanjutkan di masa kepemimpinan Richard Nixon pada 1969, tetapi dihentikan pada 1973, ketika pejabat pemerintahan Nixon terbelit skandal Watergate.

Dokumen rahasia ini dipublikasikan setelah pemerintah mengabulkan permintaan peneliti dari George Washington University. Lembaga Arsip Keamanan Nasional, yang dimiliki oleh universitas tersebut, merupakan sebuah lembaga penelitian yang berusaha memeriksa dan menguak kerahasiaan pemerintah.

Peneliti menggambarkan fakta penyadapan di masa perang Vietnam ini sebagai kejadian yang "mengejutkan". Sementara itu, dalam dokumen yang berbeda, surat kabar The Washington Post mengatakan bahwa NSA telah melanggar privasi ribuan kali dalam satu tahun, dengan menyadap e-mail dan pembicaraan telepon.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X