OPCW Batalkan Pertemuan Bahas Senjata Kimia Suriah

Kompas.com - 20/09/2013, 20:51 WIB
Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) di sela-sela konferensi pers di Jenewa, Swis, Sabtu (14/9/2013). Kedua pihak sepakat akan melucuti semua cadangan senjata kimia Suriah. AFP PHOTO/PHILIPPE DESMAZESMenteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) di sela-sela konferensi pers di Jenewa, Swis, Sabtu (14/9/2013). Kedua pihak sepakat akan melucuti semua cadangan senjata kimia Suriah.
EditorErvan Hardoko
DEN HAAG, KOMPAS.com - Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Jumat (20/9/2013), memutuskan untuk menunda pertemuan yang akan membahas rencana AS-Rusia untuk menghancurkan persenjataan kimia Suriah.

"Pertemuan dewan eksekutif OPCW terkait masalah Suriah, yang dijadwalkan pada Minggu diputuskan untuk ditunda," demikian pernyataan resmi OPCW.

Organisasi yang bermarkas di Den Haag, Belanda itu menambahkan segera mengumumkan jadwal baru pertemuan membahas senjata kimia Suriah.

Sejumlah sumber diplomatik menyatakan, penundaan pertemuan itu disebabkan Rudia dan AS belum sepakat soal materi pertemuan.

Seharusnya 41 negara anggota dewan eksekutif OPCW akan membahas rencana yang disepakati AS dan Rusia di Geneva, Swiss demi menghindarkan intervensi militer AS ke Suriah.

Rencana yang disepakati kedua negara besar itu adalah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sepakat untuk menyerahkan pengawasan persenjataan kimianya ke tangan komunitas internasional.

Sebagai langkah awal, rezim Damaskus harus menyerahkan sebuah daftar lengkap yang memuat semua persenjataan dan fasilitas pengembangan senjata kimia pada Sabtu (21/9/2013).

Selanjutnya, semua persenjataan kimia Suriah akan dimusnahkan pada pertengahan 2014.

Tugas utama OPCW adalah mengimplementasikan konvensi PBB tentang senjata kimia, di mana Suriah didesak untuk segera ikut terlibat dalam konvensi ini.

Sementara itu, Rusia mendukung Damaskus yang menuding pelaku serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu adalah pasukan pemberontak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X