Kompas.com - 17/09/2013, 20:28 WIB
Sebuah roket yang dinamai Pishgam atau berarti Pionir, dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran pada 10 Februari 2013. Roket inilah yang diklaim sukses membawa seekor kera ke orbit Bumi. ATTA KENARE / AFPSebuah roket yang dinamai Pishgam atau berarti Pionir, dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran pada 10 Februari 2013. Roket inilah yang diklaim sukses membawa seekor kera ke orbit Bumi.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Seekor kucing Persia menjadi kandidat kuat untuk diluncurkan ke orbit Bumi sebagai bagian dari persiapan ambisi Iran mengirimkan manusia ke angkasa luar pada 2020. Demikian media Pemerintah Iran mengabarkan, Selasa (17/9/2013).

Kucing itu akan mengikuti jejak pendahulunya, yaitu kera dan anjing, yang sudah menjadi pionir misi angkasa luar AS dan Uni Soviet pada dekade 1960-an.

Pejabat badan angkasa luar Iran, Mohammad Ebrahimi, kepada kantor berita IRNA mengatakan, misi mengirim kucing ke orbit dijadwalkan pada Maret tahun depan.

Namun, rencana mengirim kucing ke angkasa luar menggunakan satelit Kavoshgar mengundang protes kelompok penyayang binatang.

"Eksperimen kuno Iran tak ubahnya teknologi primitif yang digunakan pada 1950-an," kata juru bicara kelompok pejuang hak binatang, Ben Williamson.

"Eropa dan AS sudah berhenti mengirimkan hewan ke angkasa luar bukan hanya karena alasan etik, melainkan juga karena menjadi contoh buruk bagi pengalaman manusia," tambah Williamson.

Selain itu, lanjut dia, kini sudah banyak metode lain yang bisa dilakukan tanpa harus melibatkan binatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Januari lalu, Iran mengklaim sukses mengirimkan seekor kera ke orbit dan kembali ke Bumi dengan selamat.

Namun, klaim itu banyak dipertanyakan, ketika dalam sebuah jumpa pers kera yang ditampilkan kepada media berbeda dengan kera yang diluncurkan ke angkasa luar.

Upaya pertama Iran mengirim kera ke angkasa luar adalah pada September 2011. Namun, upaya itu berakhir dengan kegagalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.