Kompas.com - 16/09/2013, 20:51 WIB
Pemimpin konservatif Australia Tony Abbott di luar tempat pemungutan suara di Sydney, Sabtu (7/9/2013). AFP PHOTO / Saeed KHANPemimpin konservatif Australia Tony Abbott di luar tempat pemungutan suara di Sydney, Sabtu (7/9/2013).
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana menteri terpilih Australia Tony Abbott mengatakan kebijakan baru yang ketat untuk mencegah pencari suaka masuk ke wilayah Australia dari perairan Indonesia dengan perahu, akan berlaku mulai Rabu (18/9/2013).

Kebijakan baru pemerintah di bawah komando Abbot antara lain meliputi penggiringan perahu pembawa pencari suaka yang hendak ke Australia kembali masuk ke perairan Indonesia.

Ia mengatakan angkatan laut akan dikerahkan untuk memaksa perahu-perahu pembawa imigran kembali ke wilayah perairan Indonesia dan langkah itu akan diberlakukan begitu pemerintah baru diambil sumpah.

"Pada hari pertama, yaitu hari Rabu, saya berharap Operasi Kedaulatan Perbatasan akan dimulai," kata Abbot kepada para wartawan di Canberra, Senin (16/9/2013)

Operasi pencegatan di laut wilayah utara akan berubah menjadi blak-blakan," tambahnya seperti dikutip kantor berita AFP

Perahu nelayan

Dia juga mengatakan dalam operasi tersebut pemerintah Australia akan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pihak berwenang Indonesia. Dalam jumpa pers hari ini, Abbot kembali menegaskan akan mengunjungi Indonesia secepat mungkin untuk membahas masalah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain mengusir perahu pencari suaka, Abbot juga pernah mengungkapkan rencana untuk membeli perahu-perahu dari para nelayan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natelegawa menegaskan Indonesia akan menolak rencana tersebut seperti disampaikannya dalam pertemuan dengan Komisi I DPR beberapa hari lalu di Jakarta.

Langkah tegas mencegah pencari suaka ke Australia merupakan salah satu janji kampanye Tony Abbot dalam pemilihan umum lalu.

Gagasannya untuk mengurangi jumlah imigran yang masuk ke Australia dengan menggunakan perahu berhasil membantu Abbot mengakhiri kekuasaan partai Buruh selama enam tahun terakhir.

Sosok yang dicalonkan menjadi menteri luar negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Australia akan meminta pengertian Indonesia tetapi tidak akan meminta izin dalam menerapkan kebijakan baru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X