Kompas.com - 16/09/2013, 20:51 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana menteri terpilih Australia Tony Abbott mengatakan kebijakan baru yang ketat untuk mencegah pencari suaka masuk ke wilayah Australia dari perairan Indonesia dengan perahu, akan berlaku mulai Rabu (18/9/2013).

Kebijakan baru pemerintah di bawah komando Abbot antara lain meliputi penggiringan perahu pembawa pencari suaka yang hendak ke Australia kembali masuk ke perairan Indonesia.

Ia mengatakan angkatan laut akan dikerahkan untuk memaksa perahu-perahu pembawa imigran kembali ke wilayah perairan Indonesia dan langkah itu akan diberlakukan begitu pemerintah baru diambil sumpah.

"Pada hari pertama, yaitu hari Rabu, saya berharap Operasi Kedaulatan Perbatasan akan dimulai," kata Abbot kepada para wartawan di Canberra, Senin (16/9/2013)

Operasi pencegatan di laut wilayah utara akan berubah menjadi blak-blakan," tambahnya seperti dikutip kantor berita AFP

Perahu nelayan

Dia juga mengatakan dalam operasi tersebut pemerintah Australia akan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pihak berwenang Indonesia. Dalam jumpa pers hari ini, Abbot kembali menegaskan akan mengunjungi Indonesia secepat mungkin untuk membahas masalah ini.

Selain mengusir perahu pencari suaka, Abbot juga pernah mengungkapkan rencana untuk membeli perahu-perahu dari para nelayan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natelegawa menegaskan Indonesia akan menolak rencana tersebut seperti disampaikannya dalam pertemuan dengan Komisi I DPR beberapa hari lalu di Jakarta.

Langkah tegas mencegah pencari suaka ke Australia merupakan salah satu janji kampanye Tony Abbot dalam pemilihan umum lalu.

Gagasannya untuk mengurangi jumlah imigran yang masuk ke Australia dengan menggunakan perahu berhasil membantu Abbot mengakhiri kekuasaan partai Buruh selama enam tahun terakhir.

Sosok yang dicalonkan menjadi menteri luar negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Australia akan meminta pengertian Indonesia tetapi tidak akan meminta izin dalam menerapkan kebijakan baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.